Gempa Guncang Pangandaran
Gempa Susulan Magnitudo 3.4 Kembali Guncang Pangandaran, Warga Diminta Berhati-hati
Gempa susulan berkekuatan Magnitudo 3.4 kembali mengguncang Pangandaran, Saran BMKG Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi.
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Gempa susulan berkekuatan Magnitudo 3.4 kembali mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/12/2023) pagi ini.
BMKG mencatat gempa susulan terjadi pada pukul 06.03 WIB. Pusat gempa berada di titik koordinat 8.14LS, 107.84BT yang berjarak 87 km arah BaratDaya Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 17 km.
Diberitakan sebelumnya, Gempa dengan kekuatan Magnitudo 5.5 mengguncang Pangandaran pagi ini.
Warga Kota Tasikmalaya merasakan gempa Pangandaran pada hari ini Kamis (28/12/2023) pukul 05.43 WIB. Getaran gempa cukup kuat dirasakan hingga warga berhamburan keluar rumah.
"Ada gempa ya cukup kuat dirasakan oleh semua warga," ujar Fitri yang tinggal di kawasan Letnan Harun Kota Tasikmalaya.
Baca juga: Susi Pudjiastuti Rasakan Guncangan Gempa Pangandaran Cukup Lama, Berharap Tidak Ada Kerusakan
Baca juga: Guncangan Gempa Pangandaran Magnitudo 5.5 Dirasakan Paling Kuat di Garut dengan Skala IV MMI
Lokasi Gempa 80 km BaratDaya Kabupaten Pangandaran.
Arahan tidak berpotensi TSUNAMI
Saran BMKG Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi.
Rita (60), warga Jalan R.A.A Kusumadiningrat Ciamis mengatakan, saat gempa terjadi ia sedang berada di dalam kamar, lalu seketika barang-barang di ruang tengah seperti tumblr air dan gelas plastik berjatuhan.
Tak hanya itu, bahkan pintu bagian dapur rumahnya berbunyi akibat guncangan yang dahsyat itu.
"Biasa ibu abis salat subuh masih di atas sajadah di kamar, tiba-tiba gelas dan tempat minum pada jatuh, terus pintu dapur bunyi 'geder-geder', ternyata gempa," imbuh Rita, Kamis (28/12/2023).
Setelah mengetahui bahwa itu gempa, Rita langsung berhambur menyelamatkan diri ke keluar rumah bersama warga lainnya.
Suasana pagi ini di Ciamis, dia rasa sedikit mencekam, menurutnya di akhir tahun seperti musibah kerap kali terjadi.
"Udah banyak istighfar aja, apalagi di akhir tahun biasanya banyak musibah, dulu juga di Cianjur menjelang akhir tahun kan gempa besar itu," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Gempa-Susulan-Pangandaran.jpg)