Jumat, 24 April 2026

Persib Bandung

36 PS Minta PT PBB Kaji Ulang Hari Jadi Persib, Sarankan Kolaborasi dengan Tokoh Sepak Bola

Apabila perubahan hari jadi Persib tetap dilakukan, maka sudah jelas melanggar statuta yang ditetapkan PSSI.

Tribun Jabar/Adi Ramadhan
36 PS Minta PT PBB Kaji Ulang Hari Jadi Persib, Sarankan Kolaborasi dengan Tokoh Sepak Bola 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - 36 Perkumpulan Sepak Bola (PS) Bandung menuntut PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) agar melakukan kajian ulang mengenai perubahan hari jadi Persib.

Sebelumnya 36 PS berserta Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Bandung melakukan konsolidasi dengan beberapa tokoh termasuk PT PBB.

Konsolidasi tersebut dilakukan untuk membahas perubahan hari jadi Persib yang semulanya 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919.

Baca juga: VIRAL Berita Persib Bandung 2023, Kena Sanksi Komdis Usai Laga Lawan Persija Jakarta

Namun sayangnya, konsolidasi tersebut menghasilkan bahwa 36 PS Bandung tidak sepakat dan meminta PT PBB menangguhkan hari jadi Persib pada 5 Januari 1919.

Perwakilan dari PS Nusa Raya, Budi Agung menjelaskan, ketidaksepakatan itu disebabkan karena penelitian yang dilakukan PT PBB tidak melibatkan tokoh yang mengerti sejarah sepak bola.

"Makanya harus ada kolaborasi. Saya berharap, PT PBB bisa mengkaji ulang tentang hari jadi Persib. Jadi ada kolaborasi antara tim penelitian secara akademik, dengan tokoh-tokoh sepak bola yang mengerti sejarah Persib," ujarnya saat ditemui di Kantor Asprov PSSI Jawa Barat pada Minggu, (24/12/2023).

Budi juga mengungkapkan, apabila perubahan hari jadi Persib tetap dilakukan, maka sudah jelas melanggar statuta yang ditetapkan PSSI.

Baca juga: Hingga Akhir 2023, Nick Kuipers Jadi Pemain dengan Koleksi Kartu Kuning Terbanyak untuk Persib

Maka dari itu, pihaknya bersama dengan 36 PS dan Askot PSSI Kota Bandung berencana melayangkan surat keberatan secara tertulis kepada PT PBB.

“Di situ sudah dijelaskan tidak boleh merubah apapun dengan alasan apapun. Maka kita mengajukan surat keberatan secara tertulis. Yang mana follow up-nya, kita harus dilibatkan. Karena bagaimana pun, kita bagian dari Persib. Hanya saja kita melebur ke Askot,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi CEO PT PBB, Teddy Tjahjono, enggan berkomentar terkait 36 PS dan Askot PSSI Kota Bandung yang menangguhkan hari jadi Persib.

Baca juga: Dua Pemain Persib Ini Belum Pernah Merumput Sejak Kehadiran Pelatih Bojan Hodak

"No comment dulu," ujarnya dengan singkat.

Pada berita sebelumnya, Persib secara resmi mengubah dan mengukuhkan hari jadinya yang sebelumnya tanggal 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919.

Perubahan tersebut terjadi setelah Persib menerima hasil riset yang dilakukan Tim Peneliti Hari Jadi Persib yang diketuai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad), Prof. Kunto Sofianto.

Prof. Kunto menemukan narasi yang menyebutkan bahwa Persib (Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond/BIVB) merupakan salah satu dari tujuh perserikatan (bond) pendiri PSSI pada 19 April 1930.

Baca juga: 2 Kali Jadi Starter Utama Persib Bandung, Kevin Ray Mendoza Masuk Best XI of The Week Pekan 23

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved