Minggu, 12 April 2026

Komisi VIII DPR RI Berharap Bantuan PKH Dilanjutkan, Begini Alasannya

Sebab, program tersebut berkontribusi bagi kemajuan masa depan bangsa.

Kompas.com
Komisi VIII DPR RI Berharap Bantuan PKH Dilanjutkan, Begini Alasannya 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Program Keluarga Harapan (PKH) harus terus dilanjutkan. Sebab, program tersebut berkontribusi bagi kemajuan masa depan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, saat memberikan arahan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang dihadiri Ketua Keluaraga Penerima Manfaat (KPM) PKH Kecamatan Baleendah dan Ciparay di GOR Sajabat Majakerta Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

“Bantuan PKH adalah program pemerintah pusat. Saya berharap program ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kang Ace, Minggu (24/12/2023).

Baca juga: PKH dan KPM di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Dapat Bansos Rp202 Miliar, Ini Rinciannya

“Di lapangan tentu banyak kendala-kendala tapi kita ingin program PKH ini bisa terus mensejahterakan rakyat,” katanya.

Bangsa ini, kata Kang Ace, adalah bangsa besar yang harus dibangun oleh orang-orang besar.

Agar hal itu bisa terwujud, maka seluruh rakyat harus sehat dan berpendidikan. Semua rakyat harus sejahtera.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program PKH. Karena itu program ini harus digunakan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

bantuan PKH terus didorong supaya dilanjutkan
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, saat memberikan arahan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang dihadiri Ketua Keluaraga Penerima Manfaat (KPM) PKH Kecamatan Baleendah dan Ciparay di GOR Sajabat Majakerta Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Kang Ace pun menjelaskan terkait empat komponen PKH yang sangat berguna dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa kedepan. Seperti komponen Ibu hamil, ibu menyusui dan balita untuk komponen kesehatan.

“Melalui PKH tidak boleh ada ibu-ibu yang melahirkan anak stunting. Yakni anak yang gagal tumbuh karena kekurangan gizi,” ujarnya.

Ace mengaku tidak ingin uang bantuan PKH digunakan selain untuk peruntukannya.

“Stunting itu membahayakan bagi masa depan bangsa. Tidak hanya fisik tapi juga otak. Karena anak stunting nanti sulit untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan bangsa,” jelas Kang Ace.

Baca juga: ALHAMDULILLAH, Bansos PKH Cair di Bulan Agustus, Ternyata Segini Nominal dan Tata Cara Ceknya

Karena kata dia, basis paling awal dalam kehidupan adalah masa-masa kehamilan. “Ibu hamil harus dibikin senang. Ibu hamil harus dipastikan mendapatkan asupan gizi yang baik,” tambahnya.

Selanjutnya, komponen pendidikan yakni bantuan untuk siswa SD, SMP, SMA bahkan mereka yang meneruskan ke perguruan tinggi.

“Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah gara tidak punya sepatu. Tidak punya biaya. Tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sekolah karena tidak punya seragam dan PKH adalah solusinya,” sebutnya.

Kang Ace menerangkan, PKH telah membantu anak-anak Indonesia dalam mendapatkan alat-alat pendidikan. Sebab tidak boleh ada lagi yang buta huruf di negeri ini. Minimal semua warga lulus SMA dan punya keterampilan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved