Sabtu, 11 April 2026

Kesehatan

Industri Asuransi Kembali Bergairah Pasca Pandemi Covid-19

Kembalinya gairah industri asuransi karena didorong akan percepartan literasi asuransi kepada masyarakat

Penulis: Nappisah | Editor: Gelar Aldi Sugiara
freepik
foto ilustrasi asuransi 

Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re), Robbi Y. Walid menilai, industri asuransi kian membaik setelah sempat terdampak saat pandemi Covid-19. 

Kembalinya gairah industri asuransi karena didorong akan percepartan literasi asuransi kepada masyarakat. 

"Ke depan, industri asurnsi umum maupun jiwa akan kembali bergairah. Salah satunya dengan penetrasi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujarnya saat di sela kegiatan peduli lingkungan di Cikole, Kamis (30/11).

Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) Benny Waworuntu (kedua dari kiri) disaksikan jajaran direksi, yakni Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary Robbi Y. Walid (kiri), Direktur Keuangan dan Aktuaria Maria Elvida Rita Dewi (ketiga dari kiri), Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Beatrix Santi Anugrah (tengah), dan Direktur Teknik Operasi Delil Khairat (ketiga dari kanan), serta Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Lembang Aang Farhan Setiawan (kanan), menanam pohon pinus di kawasan Cikole, Lembang, Jawa Barat, Kamis (30/11/2023).
Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) Benny Waworuntu (kedua dari kiri) disaksikan jajaran direksi, yakni Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary Robbi Y. Walid (kiri), Direktur Keuangan dan Aktuaria Maria Elvida Rita Dewi (ketiga dari kiri), Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Beatrix Santi Anugrah (tengah), dan Direktur Teknik Operasi Delil Khairat (ketiga dari kanan), serta Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Lembang Aang Farhan Setiawan (kanan), menanam pohon pinus di kawasan Cikole, Lembang, Jawa Barat, Kamis (30/11/2023). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Kendati demikian, menurutnya industri asuransi saat ini cakupannya masih rendah berkisar 2-3 persen. 

"Strategis perbaikan yang dijalankan perusahaan secara organik yaitu, perbaikan di sisi underwriting atau hasil underwriting bersih, perbaikan dalam pengeloaan investasi dengan stragei liability driven investment, perbaikan dalam pengelolaan cash management dan efisiensi biaya," katanya. 

Guna menghadapi tantangan dalam industri asuransi, Indonesia Re telah berinovasi dalam hal pengembangan Sistem Teknologi Informasi. 

"Hal tersebut untuk meningkatkan pelayanan dan mempermudah transaksi bisnis reasuransi bagi seluruh nasabah perusahaan, mulai dari awal akseptasi hingga pembayaran premi dan klaim," katanya. 

"Untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka menciptakan SDM yang handal di industri perasuransian melalui peningkatan literasi keuangan," ujar Robby menambahkan. (*) 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved