Senin, 27 April 2026

Minibus Terjun ke Jurang Rancakalong

Pengantin Baru Meninggal Terjun ke Jurang di Rancakalong, Dikenal Orang Ramah dan Baik

Pengantin Baru Meninggal Terjun ke Jurang di Rancakalong, Dikenal Orang Ramah dan Baik

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Pengantin Baru Meninggal Terjun ke Jurang di Rancakalong, Dikenal Orang Ramah dan Baik 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com di Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Pengantin baru korban kecelakaan Avanza masuk jurang dikenal baik dan ramah.

Tiga jenazah korban kecelakaan tunggal, Avanza masuk jurang di Jalan Raya Rancakalong, di Desa Suka Sirnarasa, Rancakalong, Sumedang telah tiba di rumah duka. 

Sebelumnya, pasca-Avanza masuk jurang, Rabu (29/11/2023) ketiga korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian dievakuasi ke RSUD Sumedang. 

Kini, ketiganya sudah diantarkan ke rumah duka di Dusun Ciseupan, Desa Pasir Biru, Rancakalong. Di rumah duka, jenazah dipulasara dan akan dimakamkan di TPU berjarak 1 Kilometer dari rumah duka itu. 

Para anggota keluarga korban berdatangan. Mereka menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang merenggut nyawa itu. Di mata keluarga, ketiga korban merupakan sosok yang baik. 

Ketiganya adalah Didan Mulyadi (24), Lia Astuti (24), Omah Tuti (60). 

Didan adalah warga Jakarta Pusat, suami Lia. Sementara Lia dan ibunya, Omah Tuti adalah warga Dusun Ciseupan RT 02/08, Desa Pasir biru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang

Didan dan Lia pengantin baru karena baru saja melangsungkan pernikahan sekitar dua pekan lalu. Mereka tinggal di Jakarta dan maksud kedatangan ke Rancakalong adalah untuk bersilaturahmi. 

"Tinggalnya di Jakarta, rumahnya masih ada di sini. Tujuan dari Jakarta ke sini mau silaturahmi," 

"Memaksakan berangkat malam, keinginan keluarga di sini, bukannya tidak mau dikunjungi, kasihan waktunya malam di perjalanan," kata Jajang (52), keponakan Omah Tuti, korban. 

Jajang mengatakan sebelum mobil terperosok ke jurang di Desa Suka Sirnarasa, Rancakalong, ada kontak dari korban ke Depok, mengabarkan bahwa sebentar lagi perjalanan usai, mereka akan sampai tujuan. 

Pukul 05.11 ada kontak ke Depok," katanya. 

Waktu tersebut berarti sekitar 19 menit sebelum kecelakaan maut terjadi pada pukul 05.30. Jajang merasa sangat kehilangan. 

"Sangat sedih. Sudah agak lama juga tidak berkomunikasi dengan bibi saya itu, terakhir ya bertemu sebelum nikahan," katanya. 

Dia beraksi bahwa keluarga korban adalah keluarga yang baik, ramah, dan tidak lupa kepada saudara. Buktinya, ketiganya mau jauh-jauh datang ke Rancakalong.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved