Minggu, 26 April 2026

Demo Buruh di Gedung Sate

Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Jadi Pasar Malam Dipenuhi Buruh yang Berdemo

Jalan Diponegoro depan Gedung Sate dan Gasibu seketika menjadi seperti pasar malam diisi ratusan buruh yang berunjuk rasa silih berganti sejak siang

Editor: Machmud Mubarok
TribunJAbar.id/M Syarif Abdussalam
Jalan Diponegoro depan Gedung Sate dan Gasibu seketika menjadi seperti pasar malam, Rabu (29/11/2023). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Jalan Diponegoro depan Gedung Sate dan Gasibu seketika menjadi seperti pasar malam, Rabu (29/11/2023).

Ratusan buruh yang berunjuk rasa dan berorasi silih berganti sejak siang, beristirahat bersama setelah azan magrib berkumandang.

Pedagang kaki lima berderet di sekoitar lokasi unjuk rasa, begitu pun dengan pedagang asongan yang menjajakan makanan dan minumannya. 

Cuaca sore hingga malam yang cerah membuat para buruh tampak santai beristirahat, jajan menyemuti pedagang-pedagang yang tidak bisa berjualan di lokasi tersebut pada hari biasa.

Baca juga: UMK Kota Tasikmalaya 2024 Diusulkan Naik 3,8 Persen, Buruh Tuntut Kenaikan 15 Persen

Membentuk kelompok-kelompok kecil, mereka menikmati bakso bersama, duduk atau tiduran di kawasan gasibu, sampai membuat video bersama.

Para pedagang pun setia menunggu dan melayani perut mereka yang lapar, menjajakan bakso malang, bakso tahu, batagor, cimol, kue cubit, bandros, cuankie, sampai sate ayu.

Sayangnya, momentum kebersamaan ini tidak disertai dengan kesadaran lingkungan. Kemasan makanna dan minuman berserakan begitu saja di kawasan ini. Membuatnya tampak sangat kotor dan kumuh.

Seorang pengunjuk rasa asal Karawang, Rudy, mengatakan ia bersama rekan-rekan buruhnya sengaja ke Bandung untuk berunjuk rasa. Ia berharap aspirasi para buruh dapat tersampaikan sehingga upah buruh tahun depan dapat meningkat signifikan.

"Pasti semuanya serius datang ke Bandung untuk berjuang demi hak-hak buruh. Harapannya, pemerintah mau dengar tuntutan kami, membantu kami yang kesulitan menghadapi kenaikan harga-harga," kata Rudy.

Seorang pedagang bakso pun mengaku bersyukur bisa berjualan di momentum unjuk rasa ini. Ia mengatakan bisa berjualan tanpa harus berkeliling perumahan berjualan bakso malam ini.

"Kita saling bantu, buruh-buruh juga lapar karena dari siang unjuk rasa. Kami bantu bawakan jual makanan. Kalau buruh yang demo, pasti ramai yang beli," katanya.

Ini adalah hari kedua aksi unjuk rasa buruh dilaksanakan di depan Gedung Sate. Tuntutannya sama, berharap kenaikan upah minimum kota/kabupaten yang signifikan pada 2024. Mereka pun mengawal proses penetapan UMK yang akan disahkan, Kamis (30/11/2023).

Pada pukul 19.40 WIB, buruh masih bertahan di lokasi. Sebagian berangsur pulang. Panggung orasi pun memutar lagu, menjadikan suasana di lokasi semakin mirip pasar malam. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved