Era New Creator Economy
Mengenal Era New Creator Economy, Pentingnya Perubahan Mindset di Tengah Peralihan Era Digital
Perubahan penjualan konvensional menjadi digital bukan sekadar pergeseran. Namun sebuah percepatan dan akselerasi besar dalam dunia bisnis digital.
Penulis: Nappisah | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Nappisah
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Perubahan penjualan konvensional menjadi digital bukan sekadar pergeseran.
Namun sebuah percepatan dan akselerasi besar dalam dunia bisnis digital. Selain perubahan teknologi dan platform, para penjual juga perlu berevolusi dalam pola pikir mereka.
Digital expert sekaligus CEO & Founder Tribelio.com, Denny Santoso menyoroti pentingnya perubahan mindset di tengah peralihan era digital dalam acara Lazada Seller Conference: Level Up 2023. Dalam sesi talkshow berjudul “Siap Menang di Era Pasar Digital 2024!"
Baca juga: TINGGAL HITUNGAN HARI, Berikut 2 Cara Mudah Cek Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS
Denny hadir untuk memotivasi penjual di Lazada agar bisa mengembangkan mentalitas sebagai pebisnis yang tangguh dan cerdas mengejar peluang.
Mendorong mereka untuk mau terus mencoba dan tidak terjebak dalam pola pikir yang menghambat.
Denny turut membagikan era bisnis ke dalam dua bagian, yakni era Old Economy Mindset dan New Creator Economy.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi di Tasikmalaya Mulai Dipetakan, Wilayah Ini Berpotensi Banjir dan Longsor
"Era Old Economy Mindset menekankan produk sebagai fokus utama dan hanya mengandalkan untuk membuka toko dan menunggu pembeli datang," ujarnya, Selasa (7/11).
Sementara, era New Creator Economy lebih berfokus pada cara mendapatkan perhatian dan kesadaran dari target pasar.
“Penjual yang mengandalkan model bisnis konvensional sering kali tidak mempertimbangkan strategi untuk menarik traffic pelanggan," katanya.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi di Tasikmalaya Mulai Dipetakan, Wilayah Ini Berpotensi Banjir dan Longsor
Ia menuturkan, hal ini diyakini bahwa peran mereka hanyalah sebagai penjual yang beroperasi di bawah naungan mal atau pasar yang harus bertanggung jawab atas ramainya pengunjung.
"Namun, dalam ekosistem perdagangan online, baik melalui media sosial maupun platform eCommerce, penjual harus menjadi penggerak utama dalam mendatangkan traffic pelanggan," paparnya.
Kendati demikian, penjual harus aktif dalam menciptakan konten, membangun jaringan sosial, dan berinteraksi dengan audiens mereka.
Baca juga: Masuk Musim Penghujan, Berikut Wilayah-wilayah yang Harus Diwaspadai di Kota Tasikmalaya
Denny membagikan tips menggali rahasia sukses dan membangun mindset penjual online di era New Creator Economy, berikut ini!
1. Hindari Chicken Mindset.
Chicken mindset adalah pola pikir yang membuatmu tahu apa yang harus dilakukan, namun sering kali terhambat oleh berbagai alasan.
“Untuk mencapai kesuksesan, langkah pertama yang harus diambil adalah memulai tindakan. Seorang pebisnis harus berani mengambil risiko dan tidak takut gagal," imbuhnya.
Denny mengatakan, Chicken Mindset sering kali menghambat kesuksesan adalah sikap orang yang ingin sukses, tapi lebih banyak mengeluh dan selalu mencari alasan untuk tidak bertindak.
"Kuncinya adalah hadapi hambatan dan tidak menyerah pada pola pikir yang salah," ungkapnya.
Baca juga: TINGGAL HITUNGAN HARI, Berikut 2 Cara Mudah Cek Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS
2. Rajin dan konsisten membuat konten
Konsistensi dalam menciptakan konten berkualitas adalah kunci sukses di era New Creator Economy.
Penjual online harus konsisten dalam menciptakan konten untuk menarik calon pelanggan, sama seperti toko offline yang harus buka setiap hari.
Live streaming seperti LazLive adalah salah satu cara efektif untuk mendatangkan traffic ke toko online.
Baca juga: Masuk Musim Penghujan, Berikut Wilayah-wilayah yang Harus Diwaspadai di Kota Tasikmalaya
Penjual online dapat membagikannya di berbagai platform untuk meningkatkan visibilitas produk mereka.
“Konten yang Anda produksi harus lebih dari sekadar iklan produk dan harga. Anda perlu menciptakan sebuah cerita yang menghubungkan pelanggan dengan produk. Di era New Creator Economy, konsisten dalam pembuatan konten adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan,” tutur Denny.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi di Tasikmalaya Mulai Dipetakan, Wilayah Ini Berpotensi Banjir dan Longsor
3. Boost traffic dengan promosi dan iklan berbayar
Guna meningkatkan penjualan, Denny menekankan pentingnya menggunakan berbagai strategi promosi.
”Bisnis konvensional mengandalkan traffic dengan membagikan brosur. Bisnis online dapat menjangkau audiens yang lebih luas, dengan menggunakan iklan, e-mail, dan media sosial," ucapnya.
Denny juga menyarankan untuk menetapkan target yang lebih tinggi, seperti menjangkau audiens sepuluh kali lipat dari sebelumnya.
Baca juga: TINGGAL HITUNGAN HARI, Berikut 2 Cara Mudah Cek Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS
“Cobalah berbagai strategi iklan, termasuk konten video, untuk menarik perhatian," katanya.
Setelah mendapatkan tanggapan positif, Anda dapat meningkatkan visibilitas video dengan fitur ads (iklan berbayar).
"Jangan ragu untuk menggunakan iklan agar dapat menarik lebih banyak calon pembeli,” ujar Denny.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi di Tasikmalaya Mulai Dipetakan, Wilayah Ini Berpotensi Banjir dan Longsor
4. Terapkan mindset TOTE (Test - Operate - Test - Exit)
Pentingnya menerapkan mindset TOTE (Test - Operate - Test - Exit) dengan analogi yang menarik, "Bayangkan seperti menyesuaikan suhu air shower saat mandi. Jika pertama kali Anda mencoba dan airnya terlalu panas atau terlalu dingin, Anda tidak langsung menyerah, bukan? Sama halnya dengan iklan berbayar, jangan terlalu cepat merasa gagal. Cobalah dan terus berulang,” paparnya.
Menurutnya, tanpa TOTE akan merasa tidak efektif dan berpikir bahwa iklan berbayar tidak memberikan hasil.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi di Tasikmalaya Mulai Dipetakan, Wilayah Ini Berpotensi Banjir dan Longsor
"Padahal, mungkin saja Anda belum mencoba semua cara yang tepat," imbuhnya.
Bila merasa gagal, kata dia, ingatlah bahwa kegagalan hanya terjadi pada proses, bukan pada diri Anda.
“Temukan konten yang memenangkan hati target pasar Anda dan jangan menyerah terlalu cepat," kata Denny.
Baca juga: Masuk Musim Penghujan, Berikut Wilayah-wilayah yang Harus Diwaspadai di Kota Tasikmalaya
5. Penghitungan Customer Acquisition Cost dan Average Order Value
Denny Santoso juga mengajak para penjual online untuk memahami pentingnya menganalisa Customer Acquisition Cost (CAC) dan Average Order Value (AOV).
"Singkatnya, hitung biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan, termasuk biaya iklan, endorse, dan partnership (CAC), serta dan hitung rata-rata pembelian per satu pelanggan (AOV)," ujar Denny.
Perhitungan CAC dan AOV ini dilakukan untuk mengukur efektivitas kampanye Anda.
Baca juga: TINGGAL HITUNGAN HARI, Berikut 2 Cara Mudah Cek Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS
Sebagai tips tambahan, membuat paket bundling produk untuk meningkatkan margin keuntungan bisa dipertimbangkan.
“Pikirkan kira-kira apa yang mungkin dibutuhkan oleh pelanggan setelah membeli produk Anda," kata Denny.
Ia menuturkan, tambahkan produk yang dapat meningkatkan keuntungan tanpa mengorbankan modal yang besar dan terlihat bernilai, namun harganya murah.
Baca juga: Masuk Musim Penghujan, Berikut Wilayah-wilayah yang Harus Diwaspadai di Kota Tasikmalaya
Sehingga, lanjut Denny, pelanggan melihat bahwa mereka mendapatkan lebih banyak daripada yang mereka bayar.
"Serta manfaatkan harga bonus komunitas dan pesan grup untuk membangun koneksi yang lebih kuat dengan pelanggan Anda," jelasnya.
Baca juga: Masuk Musim Penghujan, Berikut Wilayah-wilayah yang Harus Diwaspadai di Kota Tasikmalaya
Sementara itu, Sandra Puspita Dewi, Head of Seller Engagement Lazada Indonesia, mengatakan, Lazada akan terus berkomitmen membantu penjual mencapai kesuksesan di era digital.
"Kami hadir di Indonesia tak hanya sebagai platform eCommerce, tetapi juga menjadi platform bagi penjual untuk belajar, memanfaatkan sumber daya, wawasan data, dan fitur teknologi canggih yang kami miliki untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan,” ujar Sandra. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/rbthnymu.jpg)