Selasa, 19 Mei 2026

Kesehatan

Cuaca Ekstrem Picu Berbagai Penyakit, Warga Diimbau untuk Cek Kesehatan Secara Berkala

Makanan pun dengan mudah terkontaminasi berbagai zat kotor dan bakteri dari polusi yang terbawa angin.

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi cek kesehatan 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Cuaca yang kerap berubah-ubah, berpolusi, dan angin yang kencang bisa membuat lingkungan tidak sehat.

Makanan pun dengan mudah terkontaminasi berbagai zat kotor dan bakteri dari polusi yang terbawa angin.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Komunitas warung Tegal (Kowarteg) Indonesia menggelar cek kesehatan gratis bagi warga di Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Baca juga: Per Awal September 2023, 2 Juta Lebih Jiwa di Kota Bandung Terlindungi BPJS Kesehatan

Koordinator Daerah (Korda) Kowarteg Kota Bekasi, Lina Rofiana mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk membantu masyarakat mencegah penyakit yang diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem belakangan ini.

"Kowarteg Indonesia mengadakan cek kesehatan gratis untuk warga masyarakat di Bekasi untuk mendeteksi dini supaya warga tahu kesehatan dirinya. Di antaranya, ada cek kolesterol dan cek tekanan darah," kata Lina dalam keterangannya, disadur Senin (16/10/2023).

Sementara salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas, Desi Ayu Awaliah, menjelaskan, cek kesehatan warga pada kegiatan kali ini mencakup pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol.

Komunitas Warung Tegal (Kowarteg) Indonesia cek kesehatan yeuh
Komunitas Warung Tegal (Kowarteg) Indonesia menggelar cek kesehatan gratis bagi warga di Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Menurutnya, cuaca panas bisa memicu tekanan darah tinggi yang bisa berkembang menjadi berbagai jenis penyakit serius seperti stroke, serangan jantung dan sebagainya.

"Untuk dicek kesehatan sekarang, ada (banyak keluhan) tekanan darah karena jika cuacanya panas, itu dapat meningkatkan kerja jantung kita. Jadi, itu bisa meningkatkan tekanan darah kita," kata Desi.

Selain kondisi cuaca, penyakit yang menyerang masyarakat akhir-akhir ini diperburuk oleh kondisi udara yang tercemar polusi dari asap kendaraan, industri hingga pembakaran lahan.

"Untuk sekarang, karena banyak polusi udara mungkin dari saluran pernafasan (yang rentan terkena penyakit). Contohnya, ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), bronkitis," ujar Desi. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved