Selasa, 5 Mei 2026

Viral Waduk Jatigede Sumedang Surut, Ternyata Sudah Berlangsung Tiga Bulan

Viral Waduk Jatigede Sumedang Surut, Ternyata Sudah Berlangsung Tiga Bulan BPBD prediksi seperti ini

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
Viral Waduk Jatigede Sumedang Surut, Ternyata Sudah Berlangsung Tiga Bulan 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sudah tiga bulan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, airnya surut.

Surutnya air itu membuat waduk tampak berukuran lebih kurus daripada ketika airnya normal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Sumedang menyebutkan jika dalam keadaan normal, elevasi air di Jatigede ada pada 262 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Namun, saat ini, elevasi turun hingga ke angka 253 mdpl atau terjadi penurunan sekitar 9 mdpl.

TribunPriangan.com memantau surutnya air di Jatigede dari pesisir waduk tersebut, di Kampung Cinawing, Desa Paku Alam, Kecamatan Darmaraja, Sumedang. 

Menurut pantauan TribunJabar.id pada Minggu (1/10/2023), surutnya air memunculkan berbagai pemandangan yang tak biasa.

Warga di Cinawing punya lahan baru sementara akibat surutnya air. Lahan itu selebar kira-kira dua kali lipat lapangan lapangan bola, dengan panjang tak terukur sepanjang pesisir. 

Warga bahkan bisa berkendara di atas tanah yang mengering itu.

Bukan hanya itu, pemandangan tak biasa adalah terlihatnya kenbali puing-puing bangunan rumah yang dahulu ditenggelamkan. 

Di bukit di tengah danau, tampak jelas bagaimana surutnya air menampilkan batas vegetasi tumbuhan di kaki bukit itu.

Tumbuhan yang terendam air mati dan batas rendaman itu kini terlihat sebagai tanah yang gundul melingkari kaki bukit.

Namun demikian, meski surut telah tiga bulan, para pemancing tetap banyak terlihat di area pesisir di Cinawing.

Mereka membawa alat pancing dan ban dalam mobil yang difungsikan sebagai pelampung, jika sewaktu-waktu mereka harus berperahu jaring-jaring apung di tengah waduk.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno mengatakan penurunan terjadi sebagai dampak kemarau yang membuat suplai air dari sungai ke waduk itu sedikit. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved