Minggu, 12 April 2026

Pendidikan

Peringati Dies Natalis ke-9, FPSD UPI Gelar Open Studio dan Workhop Seni Desain bagi Masyarakat

Tak hanya open studio, rangkaian lainnya yang sudah digelar adalah Intercultural kebudayaan Internasional dengan melibatkan dua kegiatan besar.

Tribun Jabar/Muhammad Nandri Pilatrama
Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan open studio dalam rangkaian kegiatan Dies nNatalis ke 9. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan open studio dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-9.

Open studio ini diselenggarakan pada 14, 15, dan 18 September 2023.

Tak hanya open studio, rangkaian lainnya yang sudah digelar adalah Intercultural kebudayaan Internasional dengan melibatkan dua kegiatan besar, seperti Eminance Lecture Workshop dan Open Rehearsal pada 21-24Agustus lalu, serta Intercultural Music Performance yang diselenggarakan pada 24-25 Agustus 2023 dengan menampilkan karya komposer, Kyai Fatahillah (UPI) dan karya komposer Black Pensil (Belanda).

Baca juga: Stunting Masalah Kesehatan Nasional, 3 Dosen UPI Gelar PKM di Kampung Adat Cirendeu Edukasi Stunting

"Open studio FPSD UPI digelar dalam bentuk pameran, workshop, dan pembelajaran yang ditujukan bagi masyarakat, siswa sekolah, guru, dan calon mahasiswa. Open studio ini digelar oleh prodi pendidikan seni rupa, prodi pendidikan seni musik, prodi pendidikan seni tari, dan prodi desain komunikasi visual," kata Nala selaku ketua pelaksana di UPI, Senin (18/9/2023).

Dekan FPSD UPI, Yudi Sukmayadi menjelaskan bahwa open studio FPSD UPI diselenggarakan untuk mendukung peningkatan kinerja utama UPI melalui penguatan nilai eksistensi UPI dengan memberi kontribusi yang berarti bagi dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, dan masyarakat secara keseluruhan.

"Lewat peningkatan kinerja utama ini bisa membantu menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas dan siap bersaing di dunia profesional yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat," katanya.

Baca juga: Terbaru Hari Ini, UPI Buka Prodi Kedokteran, 330 Calon Mahasiswa Langsung Mendaftar

Kegiatan ini juga, lanjut Yudi, bisa meningkatkan reputasi kampus, menciptakan citra positif dan memberi nilai tambah eksistensi FPSD UPI dalam skala lokal, nasional, bahkan internasional.

Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan peran kampus dalam memberikan kontribusi yang berarti dalam pembentukan generasi mendatang dan masyarakat secara umum memegang peran penting dalam membentuk kreativitas, ekspresi diri, dan pemahaman terhadap nilai-nilai seni dalam masyarakat.

"Open studio prodi pendidikan seni rupa digelar dalam bentuk workshop batik tulis pada totebag di studio kriya tekstil dan batik, workshop seni grafis cetak tinggi di studio grafis, workshop desain karakter urban toys di studio patung, workshop fine art photography di studio fotografi, serta workshop tata kelola dan desain portofolio," ucapnya.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Wanita FIFA 2023, Australia Gelar Klinik Bola untuk Atlet di UPI

Sedangkan open studio di prodi DKV dalam bentuk workshop Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), Making Game using Unity dan Video Mapping dengan aplikasi yang berbeda-beda.

Setiap sesi workshop berdurasi 2- 3 jam yang terdiri dari materi dan projek praktek, melibatkan siswa dari 20-30 sekolah SMA/SMK sederajat.

"Lalu, di seni musik kami ada workshop bermain angklung dan khusus membahas porsi yang baik dalam memberikan pengajaran angklung di sekolah, memberikan pengalaman dengan mengenalkan dasar-dasar bermain angklung untuk guru dan siswa. Serta untuk seni tarinya itu bentuk workshop Creative Dance Learning dengan materi tari Saman dan Indang yang mencerminkan upaya untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia melalui seni tari bagi para peserta didik, lalu membantu memahami keragaman budaya, juga memungkinkan untuk mengembangkan keterampilan motorik, kepekaan artistik, dan apresiasi terhadap seni tari secara lebih luas," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved