Ini Dia Tiga Langkah Bupati Sumedang Mitigasi Bencana Kekeringan
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyebutkan tiga langkah mitigasi bencana kekeringan di wilayah yang dipimpinnya.
Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyebutkan tiga langkah mitigasi bencana kekeringan di wilayah yang dipimpinnya.
Kekeringan melanda akibat kemarau berkepanjangan. Kemarau ini disebut-sebut sebagai dampak dari el-Nino.
Bupati mengatakan, langkah pertama mitigasi itu adalah memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pasokan air bersih tatkala kekeringan terasa parah.
Dia sendiri telah berbicara dengan pihak-pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), hingga Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
"Sudah kami intruksikan baiknke PDAM maupun Pamsimas, pastikan warga dapat air bersih," kata Dony kepada TribunJabar.id, di Desa Cileles, Jatinangor, Sumedang, Rabu (30/8/2023).
Langkah kedua adalah berbicara dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kemungkinan melaksanakan Salat Istisqa, yaitu salat untuk meminta hujan.
"Nanti detailnya kami bicarakan pada Rapat Koordinasi, Jumat pekan ini," katanya.
Jika hujan turun, Bupati menyiapkan langkah ketiga yang merupakan langkah jangka panjang.
Langkah itu adalah penghijauan. Hujan yang membasahi tanah harus dimanfaatkan untuk menanam pohon.
"Ketika hujan, segera penghijauan," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-melakukan-Safari-Ramadhan-di-Desa.jpg)