Cerita Warga Soal Mahluk Hitam Tinggi Besar di Jembatan Cisokan Cianjur
Abah Adang (68) masih mengingat jelas kenangan naik oplet melintasi jembatan Cisokan II bersama orangtuanya saat akan ke Bandung
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Abah Adang (68) masih mengingat jelas kenangan naik oplet melintasi jembatan Cisokan II bersama orangtuanya saat akan ke Bandung atau pulang ke Cianjur.
Warga Kampung Sukahurip, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur ini mengingat jika kendaraan harus antre karena jembatan kecil tak muat untuk dua kendaraan.
"Oplet harus menunggu jika kendaraan datang dari arah berlawanan," ujar Abah Adang, ditemui di jembatan Cisokan, beberapa waktu lalu.
Abah Adang mengatakan, ia tak ikut membangun jembatan Cisokan II namun ia menyebut ikut membangun jembatan III yang saat ini digunakan.
"Kenangan tragis di jembatan Cisokan II ini ada dua bus yang terjun, bus Bunga dan Lumba-Lumba namanya," ujarnya.
Abah Adang tak memungkiri jika sisi mistis dari jembatan ini masih banyak dirasakan oleh warga sekitar. Selain bekas tempat peperangan, jembatan Cisokan juga banyak memakan korban dari kecelakaan kendaraan.
"Kalau suasana lagi kosong banyak cerita warga, soal bentuk tinggi besar berbulu yang jarinya sebesar lengan orang dewasa," ujarnya.
Abah Adang mengatakan, kini kondisi jembatan Cisokan II tak sekokoh dulu, jika dilewati dua motor, getaran dari jembatan yang goyang cukup terasa.
Ia mengatakan, jembatan Cisokan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pernah tiga kali dibangun dalam bentuk, lokasi, dan masa yang berbeda.
Meskipun data persis kapan pembangunannya dimulai sulit diperoleh, namun bekas peninggalan bangunan jembatan hingga kini masih bisa dilihat.
Jembatan Cisokan I hanya tinggal tebing karang penyangga kayu dan letaknya cukup jauh dari jembatan Cisokan II dan III yang berdekatan. Lokasi jembatan pertama berada di bagian hilir sungai itu
Dekat jembatan Cisokan lama ada kawasan tugu pengingat perang Konvoi di Cianjur. Kawasan ini berpotensi menjadi tempat wisata sejarah. Namun perlu dilakukan penataan yang serius oleh pihak yang memang berwenang.
Banyak pihak berharap ada yang menata tempat itu menjadi wisata yang dapat menarik wisatawn lokal ataupun luar negeri. Terlebih untuk mereka yang memang menyukai sejarah.
Sekdes Hegarmanah Kecamatan Sukaluyu, Dian Sofyan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ciranjang. Pasalnya kawasan bersejarah itu terbagi dalam dua wilayah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Jbatancisokandong.jpg)