Longmars Punguti Sampah Plastik, Cara Gumpala Uncip Tasik Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Gumpala Uncip Tasik longmars sambil memunguti sampah plastik. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap 5 Juni.
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Kumpulan mahasiswa mengenakan syal Gabungan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Cipasung (Gumpala Uncip) Tasikmalaya, berjalan kaki sambil memunguti sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Muktamar sampai ke Alun-alun Singaparna, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Tulisan berwarna merah yang berbunyi ‘Krisis Iklim Krisis Demokrasi’ tertera pada sebuah kain yang mereka tunjukan di barisan paling depan.
Bahkan, salah seorang dari mereka, mengangkat sebuah karton yang memaparkan 3 jenis sampah yang sulit diurai, seperti masker medis yang baru dapat diurai selama 30 tahun, baterai yang baru dapat diurai selama 100 tahun, hingga bahkan puntung rokok yang baru dapat diurai selama 10 sampai 15 tahun.
Baca juga: Truk Sampah Terguling Hingga Tumpahkan Solar di Cijeungjing Ciamis
“Longmars ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 5 Juni. Jadi, kami melakukan longmars sambil mengingatkan kepada semua orang, betapa pentingnya pengelolaan sampah. Karena jika kita membicarakan Lingkungan Hidup, itu berarti kita tidak hanya membacarakan hari ini, melainkan juga hari-hari esok yang dimiliki para generasi penerus nantinya,” ungkap Muhammad Rafi Faza selaku Ketua Gumpala Uncip Tasikmalaya periode 2021-2022 kepada TribunPriangan.com pada Selasa (6/6/2023).
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut juga mereka berencana akan membentuk Gerakan Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya.
“Harapan kami dari kegiatan ini, bukan hanya sebagai refleksi semata, akan tetapi, ini menjadi awal bagi kami dalam (membentuk) Gerakan Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya,” jelas Faza.
Baca juga: Produksi Sampah Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara, Hero-FoodCycle Ajak Warga Donasi Makanan
Dengan demikian, sambungnya, Gerakan Lingkungan Hidup menjadi cara mereka dalam merespons keterangan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya pada 2021 lalu.
Diketahui, Dinas Lingkungan Hidup sempat menyampaikan terkait adanya 900 ton sampah yang dihasilkan pada tahun lalu.
Namun, pemerintah beru menangani sebesar 13 persennya saja, itupun hanya 3 dari total 39 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Baca juga: Sampah Berserakan Kembali Menumpuk di TPS Argasari Sehari Setelah Ditutup Permanen
“Ini tandanya, (Kabupaten) Tasikmalaya masih darurat sampah. Maka kita sebagai masyarakat, harus saling mengingatkan, saling menyadarkan, terutama para Eksekutif dan Legislatif. Mereka mempunyai kewajiban besar akan hal ini,” lanjut Faza.
“Ya melalui kegiatan kampanye ini, merupakan cara sosialisasi kami tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam persoalan sampah organik, anorganik serta limbah B3 (red: Bahan Berbahaya dan Beracun),” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Gumpala-Universitas-Cipasung-Tasikmalaya.jpg)