Senin, 27 April 2026

Hadir di Rakornas LPBI NU, Kang Ace: Spiritual Ekologi Bisa Jadi Solusi Hadapi Perubahan Iklim

Tubagus Ace Hasan Syadzily atau Kang Ace berbicara soal spiritual ekologi dapat menjadi solusi dalam perubahan iklim.

Ist
Tubagus Ace Hasan Syadzily atau Kang Ace saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPBI NU di Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Sabtu (3/6/2023). Kang Ace berbicara soal spiritual ekologi dapat menjadi solusi dalam menghadapi perubahan iklim. 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Spiritual ekologi akan menjadi solusi dalam menghadapi perubahan iklim atau climate change.

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Tubagus Ace Hasan Syadzily, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPBI NU di Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Sabtu (3/6/2023).

"Kita telah mengukuhkan santri penggerak lingkungan, Santri Tunas Bangsa sebagai wujud ikhtiar serius NU dalam rangka terus menjaga keberlangsungan kehidupan bumi agar tetap lestari," ujar Kang Ace.

Baca juga: Begini Saran Kang Ace Agar Penurunan Angka Stunting Dapat Meningkat

Kata Kang Ace, spiritual ekologi merupakan rekomendasi dari tokoh-tokoh agama termasuk sejalan dengan tema Rawat Jagat 100 tahun NU.

Menurutnya, NU harus menjadi yang terdepan dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi pengendalian perubahan iklim melalui kesiapsiagaan bencana.

"Beberapa peristiwa bencana alam seperti longsor dan banjir yang terjadi di tanah air dan dunia adalah terkait erat dengan perubahan iklim. Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia," katanya.

Climate Change, kata Ace, bukan soal kemanusiaan tetapi sudah menjadi isu universal.

Baca juga: Kang Ace Harap Kreator Film Nasional Bisa Tampilkan Keindahan Alam Seperti Jin Khodam di Cianjur

Berbagai peristiwa bencana di dunia seperti longsor, kekeringan, pemanasan global dan lain-lain telah mengantarkan pada krisis ekonomi secara global dan berkepanjangan.

Sebab itulah LPBI NU hadir untuk ikut berkontribusi menghadapi persoalan dan ancaman global ini.

"Sengaja dalam rakornas ini kita kukuhkan para santri, penerus dan penjaga lingkungan agar bumi kita tetap lestari. Saya mengajak para santri di seluruh tanah air untuk menyatakan kesiapannya menjadi santri penggerak lingkungan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Tsaquf, mengatakan, masalah penanggulangan bencana dan perubahan iklim merupakan rangkaian kompleks dan harus didekati dari berbagai perspektif.

Baca juga: Kang Ace Nilai Golkar Partai Inklusif Berbasis Karya, Dikpol Fungsionaris Hal Penting Bagi Kader

"Menyangkut perubahan iklim ini sangat fundamental. Ini menyangkut satu set kebijakan kompleks yang harus didesain sedemikian rupa untuk menjadi output yang koheren," ujar Gus Yahya.

Kemudian Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menambahkan, tema yang diangkat dalam Rakornas LPBINU sangat tepat dalam rangka penanganan bencana.

Menurutnya, tantangan Indonesia sekarang ini terkait dengan bencana meteorologi seperti kekeringan.

“Kita tentu sangat menyambut baik apa yang selama ini telah dilakukan LPBI NU dalam upaya membangun kontribusi bagi penyelamatan bumi ini melalui berbagai pendekatan keagamaan di masyarakat,” ujar Suharyanto. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved