Teror Belasan Ternak Mati di Ciamis, Warga Diminta Mengurung Peliharaan Anjing
Teror anjing liar pemangsa domba di Desa Kawunglarang dan Desa Wangunsari Kecamatan Rancah
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Ciamis, Andri M Dani
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Teror anjing liar pemangsa domba di Desa Kawunglarang dan Desa Wangunsari Kecamatan Rancah dikhawatirkan terus berlanjut. Warga setempat yang punya anjing peliharaan, diminta untuk mengikat atau mengurung anjing peliharaan masing-masing.
“Anjing-anjing jangan dibiarkan bebas berkeliaraan. Aparat desa (Kawung Larang dan Wangunsari) sudah mengimbau agar pemilik anjing untuk mengurung atau mengikat anjing peliharaan masing-masing,” ujar Kadis Peternakan dan Perikanan Ciamis, Drs H Syarif Nurhidayat didampingi Kasi Keswan Disnakan Ciamis, drh Intan Widyaningrum kepada Tribun Jumat (5/5).
Sejak awal Mei, Senin (1/4) warga Desa Kawunglarang Kecamatan Rancah terutama pemilik ternak domba resah. Banyak domba milik warga mati dimangsa yang semula diduga binatang liar. Hampir setiap hari, terutama di Dusun Cibangkong dan Dusun Gudang, pemilik ternak menemukan domba mereka mati mengenaskan dengan kondisi luka menganga di leher, kaki, paha bahkan juga dada. Kejadian serupa juga ditemukan di Desa Wangunsari.
Menyusul kejadian tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis menurunkan 4 orang petugas ke lokasi kejadian yang dipimpin langsung oleh Kasi Keswan, drh Intan Widyaningrum.
“Sampai Kamis (4/5) pagi total domba yang mati dmangsa sebanyak 21 ekor. Yakni 19 ekor di Desa Kawunglarang dan 2 ekor di Desa Wangunsari,” ungkap drh Intan Widyaningrum.
Dari informasi yang diperoleh ke-21 ternak yang dimangsa tersebut semuanya jenis domba. Tidak ada kambing.
“Ke-21 ekor domba tersebut mati dengan luka terbuka di leher, juga ada luka di bagian belakang seperti kaki dan paha. Domba-domba tersebut mati karena kehabisan darah akibat luka terbuka bekas gigitan anjing liar. Dan bangkainya sudah dikubur oleh pemiliknya,” katanya.
Di luar dari 21 ekor domba yang ditemukan mati di kandang, menurut drh Intan ada seekor domba yang selamat, luput dari maut. Karena hanya mengalami sedikit luka di leher.
Untuk domba yang luput dari maut tersebut sudah dilakukan tindakan medis penyelamatan. Disuntik antibiotik, vitamin dan luka-lukanya dibersihkan.
Dari perburuan yang dilakukan tim gabungan yang melibatkan personil Polsek Rancah, Koramil, BKSDA, Perbakin, Disnakan, aparat desa/kecamatan dan warga pada hari Kamis (4/5) diketahui bahwa pemangsa puluhan ekor domba tersebut adalah anjing liar. Anjing biasa yang dibiarkan liar. Bukan anjing hutan.
Ini sesuai dengan keterangan warga pemilik domba, waktu mendapati beberapa ekor dombanya mati bergelimpangan di kandang dengan kondisi mengenaskan, yang bersangkutan sempat melihat sekelompok anjing (3 ekor anjing baisa) berada tidak jauh dari kandang.
Menurut drh Intan, hampir semua kandang yang disatroni anjing liar tersebut berada di kebun jauh dari pemukiman penduduk dekat hutan.
Untuk penyelamatan ternak domba mereka, sejumlah peternak sudah ada yang memindahkan kandang dombanya ke kebun dekat rumah masing-masing. Pemiolik ternak domba terus meningkatkan kewaspadaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Belasankambingdidugadimakanbinatangliar.jpg)