Rabu, 6 Mei 2026

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh Mei 2023, Niat, Jadwal, Serta Keutamaannya

Puasa Ayyamul Bidh adalah adalah puasa sunnah 3 hari yang dilakukan setiap bulan Hijriah, segera simak Niat, Jadwal, serta Keutamaan amalannya

Tayang:
TribunNews.com
Ilustrasi Membaca Niat Puasa.(National University of Singapore) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Puasa Ayyamul Bidh adalah adalah puasa sunnah 3 hari yang dilakukan setiap bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, 15 Hijriah.

Meskipun sudah lewat satu hari, misalnya, para ulama tetap diperbolehkan untuk berpuasa pada satu hari saja, dua hari saja, sebab tidak ada larangan untuk itu, asalkan tetap diniatkan untuk puasa Ayyamul Bidh.

Hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh yaitu sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Adapun dalil puasa Ayyamul Bidh disandarakan pada sabda Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam.

"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)." (HR Tirmidzi).

Selain itu, ada pula dalil puasa Ayyamul Bidh berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh sahabat dekat Nabi, Abu Hurairah.

Abu Harairah berkisah tentang kebiasaan baik Nabi yang baiknya juga ditiru oleh muslim.

Kebiasaan baik Rasulullah ada tiga, salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh ini.

Baca juga: CATAT! Mulai Besok Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Mei 2023, Begini Bacaan Niat dan Keutamaannya

Dari Abu Hurairah RA. berkata, “Telah berwasiat kepadaku, kekasihku (Rasulullah SAW) untuk melakukan tiga hal yang tak akan aku tinggalkan hingga meninggal dunia, yaitu: puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh), salat duha dan tidur dalam keadaan telah melakukan salat witir.” (HR. Al-Bukhari).

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Bagi umat muslim yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, akan mendapatkan keutamaan yang luar biasa. Keutamaan ini perlu diketahui agar dapat menjadi dorongan untuk melaksanakan amalan sunnah tersebut.

Adapun keutamaan puasa Ayyamul Bidh yaitu puasa tiga hari tiap bulan itu sama seperti melaksanakan ibadah puasa sepanjang tahun.

Hal demikian merupakan pendapat Imam as-Subki dan ulama lainnya yang mengacu pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan at-Tirmidzi berikut ini:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم :

 مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ 

[الأنعام: 160].  

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved