Jumat, 24 April 2026

Suasana Malam Takbiran di Tenda Pengungsian Gempa Cianjur

Suasana prihatin bercampur haru terasa saat sejumlah warga terdampak gempa bumi Cianjur di Kampung Kawung Gading, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang

Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/fauzi noviandi
Suasana malam takbir lebaran 2023 di Tenda pengungsian terdampak gempa bumi Kampung Kawung Gadung, Deda Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi. 

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Suasana prihatin bercampur haru terasa saat sejumlah warga terdampak gempa bumi Cianjur di Kampung Kawung Gading, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur

Jawa Barat mengumandangkan takbir di dalam masjid darurat yang terbuat dari tenda, Jumat (21/4) malam.

Bencana gempa bumi Cianjur yang memporakporandakan wilayah itu lima bulan lalu membuat suasana malam takbir sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Dimana warga terdampak harus menghabiskan malam takbir di tenda pengungsian dengan berbagai keterbatasan.

Rahmat (40) mengaku sangat sedih harus melewati malam takbir di tenda pengungsian bersama puluhan keluarga lainnya.

Gempa bumi yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu menyisakan kepedihan dan kesedihan bagi seluruh warga terdampak.

"Jelas sangat berbeda, takbiran kali ini kita sangat prihatin karena harus melewati lebaran di tenda. Belum lagi kita teringat sanak keluarga yang meninggal saat kejadian tersebut. Perasaan bercampur aduk," katanya pada wartawan. 

Meskipun serba keterbatasan, kata Rahmat, ada sedikit rasa senang dan gembira karena dirinya diberikan kesempatan menjalankan dan melewati bulan puasa serta menyambut malam kemenangan dengan mengumandangkan takbir bersama warga lainnya.

"Semoga semuanya lekas kembali normal, kita semua dapat kembali ke rumah masing-masing, tanpa harus berlama-lama tinggal di tenda pengungsian," jelasnya.

Hal serupa diujgkapkan, Furqon (42) mengungkapkan perasaan senang dan haru berkecamuk di dalam dirinya saat harus melewati malam takbir di tenda pengungsian.

"Sedih, harus takbiran dengan suasana seperti saat ini. Diguyur hujan, takbiran di masjid darurat dan masih harus tinggal di tenda pengungsian," kata dia.

Furqon berharap pemerintah dapat segera merealisasikan percepatan dana stimulan perbaikan rumah rusak terdampak gempa agar warga dapat segera membangun rumah mereka dan tidak berlama-lama tinggal di tenda.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved