3 Lokasi Pengeboran Tol Getaci di Ciamis, Sekolah dan Rumah Warga Bakal Tergusur

Pembangunan Jalan tol Getaci di Kabupaten Ciamis sudah memasuki babak baru. Di Dusun Beuty, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis

Editor: ferri amiril
PUPR
Pembangunan proyek jalan Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) terus berproses. Tim appraisal sudah bergerak menaksir harga lahan yang terkena Tol Getaci. (Dok PUPR) 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Ciamis, Andri M Dani

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Pembangunan Jalan tol Getaci di Kabupaten Ciamis sudah memasuki babak baru. Di Dusun Beuty, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis sudah dilakukan tiga titik pengeboran. Dusun Beuty merupakan salah satu dari 6 dusun di Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis yang bakal dilalui jalan tol Getaci (Gede Bage- Tasikmalaya- Cilacap).

Menurut Kades Ciparay, Usep Hidayat, pada tahun 2022 lalu di Dusun Beuty tersebut telah dilakukan pengeboran tanah yang disebut-sebut berkaitan dengan rencana pembangunan jalan tol Getaci.

“Pengeborannya ada di tiga lokasi. Semuanya di Dusun Beuty, katanya untuk mengecek kondisi tanah, untuk pembangunan tol Getaci” ujar Kades Ciparay.

Tiga lokasi pengeboran tanah untuk pembangunan tol Getaci di Dusun Beuty tersebut  tidak hanya di lahan sawah tetapi juga ada di pemukiman penduduk dan di sisi jalan.

Di tiga titik pengeboran tersebut diambil sampel tanahnya dan dilakukan pengecoran.                

Mencermati tiga titik pengeboran tanah tersebut menurut Kades Usep Hidayat, jalan tol Getaci yang melalui Dusun Beuty tidak hanya akan melewati area persawahan                         

Tetapi juga ada pemukiman warga. Diprediksi ada 10 rumah di Dusun Beuty yang bakal dilalui jalan tol Getaci. Termasuk satu sekolah yakni SDN 2 Ciparay.

“SDN 2 Ciparay diperkirakan kena tol Getaci. Juga 10 rumah dekat sekolah tersebut,” ungkap Kades Usep.

Tentang kemungkinan akan tergusurnya SDN 2 Ciparay untuk pembangunan jalan tol Getaci tersebut menurut Usep, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah.

"Kalau memang dipastikan akan terlewati jalan tol Getaci, mau tidak mau SDN 2 Ciparay harus pindah,” katanya.

Lahan yang potensi untuk relokasi SDN 2 Ciparay tersebut menurut Kuwu Usep adalah tanah TN di Dusun Beuty yakni lahan pengangonan.”Yang jadi masalah, tanah TN pengangonan tersebut sebagian juga bakal kena jalan tol,” ujar Kades Usep.

Selain SDN 2 Ciparay, seperti yang diberitakan TribunPriangan.com sebelumnya , SMAN 1 Pamarican dan SDN 1 Neglasari yang berada di Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis juga diprediksi bakal dilalui pembangunan jalan tol Getaci – jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut.

Dari laman resmi Kementrian PUPR,  Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan tol Getaci yang akan dibangun dengan anggaran Rp 56 triliun tersebut bakal dibagi atas 4 seksi, meliputi: Seksi  1: Gede Bage-Garut (45,2 km), Seksi 2: Garut Utara-Tasikmalaya (50,32 km), Seksi 3: Tasikmalaya-Patimuan (76,78 km), Seksi 4: Patimuan – Cilacap (34,35 km).

Jadi empat desa di Kecamatan Cidolog Ciamis, termasuk Desa Ciparay yang bakal dilewati Jalan tol Getaci berada di seksi 3 (Tasikmalaya-Patimuan).(*) 

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved