Bulan Puasa, Penjual Jagung Bakar di Ciamis Banting Stir Jadi Penjual Rujak Asinan Buah Khas Bogor

Momen khusus bulan Ramadan, penjual jagung bakar di Ciamis ini beralih menjadi penjual rujak asinan buah khas Bogor.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
Rujak Asinan Buah khas Bogor yang ada di Galuh Wiyasa Streetfood, Ciamis. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Momen khusus bulan Ramadan, penjual jagung bakar di Ciamis ini beralih menjadi penjual rujak asinan buah khas Bogor.

Pendi Ruspendi (42) mengatakan biasanya ia berjualan jagung bakar, hanya di momen Ramadan ini ia ingin mencoba peruntungan baru dengan berjualan rujak asinan buah khas Bogor.

"Kalau hari-hari biasa sebelum puasa saya jualan jagung bakar di sini, cuma ini baru pertamakalinya jualan rujak asinan buah khas Bogor ini, khusus hanya di bulan Ramadan saja, kalau jagung bakar kayaknya kurang peminat bulan puasa seperti ini. " kata Pendi kepada TribunPriangan.com, Kamis (23/3/2023).

Tak hanya menjual rujak asinan, Pendi juga menjual seblak tulang sambal ijo, dan cilok kacang dengan isian daging sapi.

"Bukan cuma asinan saja, ini ada seblak tulang sambal ijo kan cukup jarang ya di Ciamis ini, sama ada cilok kacang isiannya daging sapi," tambah Pendi.

Ia memanfaatkan momen bulan puasa ini untuk mencari tambahan penghasilan untuk biaya anak-anaknya sekolah.

"Ya kan ekonomi sedang tidak stabil, saya coba peruntungan aja buat tambah-tambah biaya sekolah anak-anak saja neng," kata Pendi sambil tersenyum.

Pendi berjualan dibantu oleh anak laki-lakinya yang masih duduk di kelas dua SMA, kebetulan hari ini anaknya itu sedang libur sekolah.

Menurutnya, bulan Ramadan ini membawa berkah bagi para pedagang, pasalnya di momen ini banyak masyarakat yang berkumpul di satu titik untuk mencari kudapan berbuka puasa.

Ia bersyukur masih mampu untuk mencari inovasi berjualan yang lain selain jagung bakar.

"Alhamdulillah harus terus berinovasi, dan kalau saya lihat di sini yang jual rujak cuma saya aja, ternyata banyak juga peminatnya, apalagi ibu-ibu dan anak ABG banyak banget yang memburu rujak dan seblak tulang sambal ijo," paparnya dengan mata berbinar.

Ramadan tahun ini adalah pertamakalinya lagi masyarakat bisa berkumpul bebas di satu titik setelah dua tahun sebelumnya dilanda pandemi, sunyi, tak boleh ada kerumunan dan itu sangat mematikan omzet penjualan.

"Meskipun sekarang roda perekonomian masih belum membaik, tapi setidaknya sudah bisa bebas lagi berjualan, semoga perekonomian masyarakat Ciamis semakin maju dan mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan lokasi strategis untuk berjualan seperti bulan puasa sekarang ini," imbuhnya.

Saat ia berjualan jagung bakar, di hari weekend ia bisa menghabiskan satu kuintal jagung, belum lagi ia juga mempunyai cabang di Dadaha Tasikmalaya yang diurus oleh anak pertamanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved