Napi di Jabar tak Ada yang Dapat Remisi Tahun Baru Imlek 2023, Ini Alasannya

Napi di Jabar tak Ada yang Dapat Remisi Tahun Baru Imlek 2023, Ini Alasannya

Freepik
Ilustrasi narapidana di Jawa Barat tidak ada yang mendapat remisi Tahun Baru Imlek 2023, Ini Alasannya. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Nazmi Abdurahman

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Narapidana atau napi di Jawa Barat (Jabar) tidak ada yang mendapat remisi saat Tahun Baru Imlek 2574 kongzili atau 2023 Masehi.

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jabar, Kusnali, mengatakan, pemberian remisi keagamaan harus berkaitan dengan agama yang dipeluk oleh narapidana.

Saat ini, lanjut dia, tidak ada pemeluk agama Konghucu yang menjadi narapidana di Jawa Barat.

Baca juga: Sambut Tahun Baru Imlek 2574, Atraksi Barongsai Sita Perhatian Masyarakat Tasikmalaya

"Oleh karena itu pada tahun ini tidak ada yang mendapatkan remisi Imlek, alias nihil," ujar Kusnali, Senin (23/1/2023).

Menurutnya, Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jabar bakal melakukan pemantauan dan pemetaan rutin ke setiap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Jabar.

Kegiatan rutin tersebut menjadi acuan langkah ke depannya terkait pengawasan pemasyarakatan.

Baca juga: Lunar New Year 2023: Twibbon dan Ucapan Selamat Tahun Baru yang Dapat Digunakan saat Perayaan Imlek

"Kamis juga ada kegiatan bimbingan teknis, untuk penguatan kepada petugas termasuk ke warga binaan," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, narapidana-narapidana di luar Jabar yang mendapat remisi Imlek.

Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti mengatakan, total ada 26 dari 42 narapidana yang beragama Konghucu di seluruh Indonesia, menerima remisi khusus Imlek 2574 Kongzili.

Baca juga: 10 Link Twibbon Imlek 2023 untuk Rayakan Tahun Baru China, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

Pemberian remisi ini, kata Rika, merupakan wujud apresiasi negara kepada narapidana yang telah berusaha dan menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik.

"Satu orang di antaranya menerima remisi khusus II (langsung bebas) usai mendapat remisi satu bulan," ujar Rika. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved