Harga Pertamax Turun

Harga BBM Pertamax Turun, Antrian Pertalite Masih Panjang di SPBU Majalaya-Rancaekek

PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turun jadi Rp 12.800 per liter dari sebelumnya Rp 13.900/liter

Penulis: Nappisah | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Tribun Priangan/ Nappisah
Warga mengantri BBM Pertalite, meski harga Pertamax sudah turun di SPBU 34.40322 Jalan Raya Majalaya - Rancaekek No 182, Kabupaten Bandung, Rabu (04/01) 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Nappisah

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turun jadi Rp 12.800 per liter dari sebelumnya Rp 13.900/liter berlaku pukul 14.00 WIB, Rabu (04/01).

Dari pantauan Tribujabar.id di SPBU Pertamina 34.40322 Jalan Raya Majalaya - Rancaekek No 182, Kabupaten Bandung tampak antrean Pertalite kendaraan cukup panjang, meski harga Pertamax telah turun Rp 1.100. 

Operator SPBU 34.40322 Yulita, mengatakan, antrian pertalite masih mendominasi, meski harga Pertamax sudah turun. 

Baca juga: 1400 Orang Dilantik, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Menilai Partisipasi Rekrutmen PPK Sangat Tinggi

"Pertalite ada dua antrian, terkadang sampai ke jalan raya. Sedangkan antrian Pertamax masih sama sebelum harga turun," ujarnya, saat ditemui Tribunjabar.id, Rabu sore (04/01). 

Ia menuturkan, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui harga BBM jenis Pertamax turun. 

"Ketika aturan sudah berlaku, kami dari pihak SPBU langsung merubah harga di papan informasi," jelasnya. 

Baca juga: Cerita Mensos Tri Rismaharini Habiskan Waktu Seharian di Tenda Pengungsi Gempa Cianjur

Sebagai informasi, penurunan harga BBM berlaku untuk produk Pertamax dari Rp. 13.900/liter menjadi Rp. 12.800/liter, Pertamax Turbo dari Rp. 15.200/liter menjadi Rp. 14.050/liter. 

Dexlite dari Rp. 18.300/liter menjadi Rp. 16.150/liter, serta Pertamina Dex dari Rp. 18.800/liter menjadi Rp. 16.750/liter. 

Kendati demikian, warga masih banyak yang memilih menggunakan jenis BBM Pertalite. Salah satunya, Icha (22) menuturkan, harga Pertalite masih murah diantara jenis BBM yang lainnya. 

Baca juga: Benarkah Lulusan PPPK Bisa Ikut Kembali Seleksi CPNS 2023? Simak Begini Penjelasannya

"Pertalite kan sudah di subsidi, meski sempat naik, masih terjangkau. Saya juga terbiasa menggunakan bahan bakar ini," jelasnya. 

Meski antrian Pertalite sering kali panjang, ia mengisi bensin saat tengah malam, agar antrian lenggang. 

"Biasanya suka tengah malem, jika tidak sempat mengisi bensin mau tidak mau seperti sekarang, antrinya panjang," katanya. 

Baca juga: Kronologi Sugeng Waras Ditusuk di Cimahi Hingga Mengalami Luka 5 Tusukan di Bagian Paha

Sementara warga lainnya, Rian (34) mengatakan, harga BBM Pertamax masih terlalu mahal. 

"Sekarang harganya jadi beda tipis dengan Pertalite, bersyukur sih harga BBM turun. Tapi saya masih memilih Pertalite untuk mobilitas. Kalau sedang buru-buru, baru pilih jenis BBM Pertamax," ujarnya. 

Rian menambahkan, Kedepannya tidak ada kenaikkan harga BBM lagi, sebab berdampak pada kenaikan harga yang lain. 

Baca juga: Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF 2022, Ini Klasemen Peringkat FIFA Sementara

Mengutip dari Kontan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi di sepanjang tahun 2022 sebesar 5,51 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Hal tersebut merupakan inflasi tertinggi sejak tahun 2014. 

Inflasi tinggi pada kedua tahun tersebut didorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). (*)  

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved