Bank Indonesia Nobatkan BSI sebagai Pendukung Pengendali Moneter dan UMKM Terbaik
Bank Indonesia Nobatkan BSI sebagai Pendukung Pengendali Moneter dan UMKM Terbaik
Dengan begitu, BSI mampu mendukung digitalisasi dan membantu capaian target realisasi penyaluran produk UMKM. Adapun strategi tersebut meliputi pengembangan platform per trade area, optimalisasi peran aggregator dan reseller, perluasan pasar, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
BSI juga memberikan bantuan dana untuk pelaku UMKM dengan payung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yakni lewat program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pemodalan koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Baca juga: Hadapi Momen Libur Akhir Tahun, BSI Siapkan Kas Rp15,57 Triliun
Selain itu, BSI juga bersinergi dengan berbagai kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga memiliki UMKM binaan yang berkualitas. Pada upaya digitalisasi, BSI meluncurkan aplikasi Salam Digital untuk pelaku UMKM.
Aplikasi ini memungkinkan pelaku UMKM untuk mengajukan pembiayaan secara online dan memilih lokasi kantor cabang terdekat untuk pengambilan dana.
Program pengembangan dan pendampingan UMKM lainnya yang terus digalakkan BSI antara lain program inkubasi pencarian bakat Talenta Wirausaha BSI, Inisiasi pendirian UMKM Centre di beberapa kota, serta coaching wirausaha dengan sejumlah mentor usaha yang sudah mapan.
Baca juga: Ibu Hebat Sukses Jadi Agen BSI Smart, Angkat Ekonomi Keluarga & Permudah Akses Perbankan Syariah
Sebagai informasi, jumlah UMKM yang dibina oleh UMKM Centre BSI kini telah mencapai 1.134 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 831 UMKM berasal dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 175 UMKM dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan 128 UMKM dari Surabaya.
Jumlah pelaku UMKM yang sudah menjadi nasabah BSI secara keseluruhan mencapai 1.051, dengan rincian 777 pelaku UMKM dari NAD, 218 UMKM dari DIY, dan 56 UMKM dari Surabaya.
Adapun dari sisi pembiayaan KUR Syariah, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 10,86 triliun kepada 101.085 pelaku UMKM per Oktober 2022. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/logo-BSI.jpg)