Pemilu 2024
Bawaslu RI Gandeng Kampung Seni Jelekong untuk Jadi Pengawas di Pemilu 2024
Badan Pengawas Pemilu gandeng Kampung Seni Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, menjadi pengawas partisipatif untuk Pemilu Serentak 2024.
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG- Badan Pengawas Pemilu gandeng Kampung Seni Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, menjadi pengawas partisipatif untuk Pemilu Serentak 2024.
Komisioner RI, Lolly Suhenty, menjelaskan, pencanangan kampung seni pengawas partisipatif, ini menjadi kebutuhan karena Bawaslu dalam Pemilu 2024, mengedepankan strategi pencegahan.
"Misalnya di sini kaya akan para dalang. Penting para dalang untuk melakukan edukasi kepada publik soal Pemilu yang bermartabat, Pemilu berkeadilan," ujar Lolly, setelah meresmikan pencanangan Kampung Seni Pengawas Pemilu, di Saung Giriharja 3, Kampung Seni Jelekong, Kabupaten Bandung, Rabu (21/12/2022).
Baca juga: Usai Hujan Deras, Kota Cirebon Dikepung Banjir, Warga Sempat Dievakuasi
Lolly mengatakan, para dalam bisa menceritakan, dengan bahasa tutur yang mudah diterima oleh masyarakat, dalam pagelarannya.
"Jadi kami berharap, konten dan cerita pewayangan bisa saja berbicara soal Pemilu, jadi pendekatannya melalui wayang," kata Lolly.
Lolly mengatakan, di kampung seni ini banyak ahlinya, banyak para dalang, maka mudah mudahan konten subtansi terkait pengawasan pemilu itu bisa jadi materi inti yang dibawakan oleh dalang ketika mereka tampil atau di manapun. I
Baca juga: Korban Banjir Bandang Sawahdadap Sumedang Antusias Simak Liputan TribunJabar.id
"Ini penting, kalau nonton bareng masyarakat pasti suka, dan mudah diterima dengan cara cara kebudayaan," katanya.
Menurut sesepuh Giriharja, Agus Muhram Sunarya, seniman, budayawan, memiliki nilai-nilai filosofis, yang dalam hubungannya dengan etika dan moral, harapan semua orang.
"Makanya beliau beliau (dari Bawaslu) mencanangkan seniman budayawan, sebagai mitra pengawasan pemilu. Dengan dilibatkannya kami merasa bangga mendapatkan kehormatan dari Bawaslu," kata Agus, yang akrab disapa Abah Agus ini.
Baca juga: Hujan Angin, Pohon Tumbang Timpa Kabel Listrik di Indramayu, Melintang Tutup Jalan
Abah Agus mengatakan, demokrasi itu milik rakyat, semua orang bisa bebas berpikiran, dan berpendapat.
"Seniman punya perhatian khusus, soal demokrasi, tadi dikatakan pesta, jadi banyak orang semena mena. Padahal demokrasi itu sakral, setelah mufakat semua berunding untuk menampung semua aspirasi rakyat, yang isinya amanah, demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara," kata Abah Agus.
Abah Agus mengungkapkan, jadi kalau dikatakan pesta jadinya recok banyak kepentingan disana, akhirnya terjadi banjir darah.
"Padahal, kan, demokrasi itu untuk menangkal terjadinya banjir darah,dari semua perbedaan" ucapnya.