Kamis, 30 April 2026

Gempa Bumi Cianjur

UPDATE Gempa Bumi Cianjur, Hingga Pagi Ini, Tercatat 161 Gempa Susulan

Dua hari setelah gempa bumi Cianjur M 5.6 pada Senin (21/11), gempa susulan masih saja terjadi. BMKG mencatat sampai Rabu (23/11), pukul 07.00 WIB

Tayang:
Foto: THINKSTOCK
UPDATE Gempa Bumi Cianjur, Hingga Pagi Ini, Tercatat 161 Gempa Susulan 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Dua hari setelah gempa bumi Cianjur M 5.6 pada Senin (21/11), gempa susulan masih saja terjadi. BMKG mencatat sampai Rabu (23/11), pukul 07.00 WIB, terjadi 161 gempa susulan.

Tabel gempa susulan yang dirilis BMKG menunjukkan bahwa jumlah gempa susulan yang terjadi terus menurun setiap periodenya. Dalam periode 6 jam pertama setelah gempa utama, jumlah gempa susulannya mencapai 61 kali gempa. Kemudian menurun 42 kali gempa pada periode 6 jam berikutnya.

Gempa susulan kembali menurun pada periode 6 jam ketiga selanjutnya menjadi 18 gempa, kemudian periode selanjutnya 12 gempa, naik sedikit jadi 16 gempa pada periode 6 jam kelima, kemudian menurun masing-masing 5 gempa pada periode keenam dan ketujuh.

Baca juga: UPDATE Gempa Bumi Cianjur, Puluhan Warga di Kampung Margaluyu Cianjur Tidur Dipinggir Rel Kerta Api

BMKG mencatat dari 161 gempa susulan tersebut, jumlah gempa yang dirasakan mencapai 9 gempa. Magnitudo gempa susulan terbesar mencapai M4.2 dan yang terkecil M1.2.

Sebelumnya diberitakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan episenter gempa bumi pertama yang berkekuatan M5,6 terletak pada koordinat 6,86° LS ; 107,01° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri. 

Baca juga: UPDATE Gempa Bumi Cianjur, Pemprov Jabar Salurkan Donasi ASN Tahap Pertama untuk Rumah dan Masjid

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Daryono melalui siaran tertulisnya.

Gempabumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V - VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar). Garut dan Sukabumi IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Rancaekek, Tangerang Selatan, Jakarta dan Depok dengan skala intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). 
 
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved