Minggu, 3 Mei 2026

Banjir di Garut

Drainase Buruk, Jalan Protokol Otista Garut Terendam Banjir, Warga Terpaksa Bongkar Trotoar

Hujan deras yang terjadi sejak siang di sejumlah wilayah Kabupaten Garut mengakibatkan banjir.Salah satunya di kawasan Cipanas

Tayang:
Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari
Warga dibantu pekerja bina marga terpaksa membongkar trotoar  untuk mengalirkan genangan air yang menggenangi jalan Raya Bandung-Garut, Senin (14/11/2022). 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT -  Hujan deras yang terjadi sejak siang di sejumlah wilayah Kabupaten Garut mengakibatkan banjir.

Salah satunya di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler tepatnya di Jalan Raya Bandung Garut, Senin (14/11/2022) sore.

Banjir  tersebut, datang dari kawasan Jalan Baru Cipanas kemudian meluber ke Jalan Raya Bandung- Garut.

Kemacetan pun sempat  terjadi di kawasan pertigaan Jalan Baru Cipanas, bersamaan dengan peristiwa itu, banyak pemotor yang jatuh saat melintasi genangan air.

Baca juga: Hadiri KTT G20 Bali 2022, Ridwan Kamil Paparkan Inovasi Jabar Respons Perubahan Iklim

Warga Tarogong Kaler, Bachtiar Yusuf mengatakan banjir tersebut sudah sering terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Bahkan rumahnya dan tempat usahanya pun, ucap Bachtiar ikut terendam banjir.

"Kondisi drainasenya yang bermasalah, saya sudah lelah tiap hujan pasti kena banjir, sampai masuk ke kamar karyawan yang kerja," ujarnya kepada Tribunjabar.id di lokasi.

Ia menuturkan terpaksa membongkar trotoar di Jalan Otista agar debit air tidak menutupi jalan raya.

Baca juga: Jadwal Kereta Api KRD Bandung Raya, Selasa 15 November 2022, Lengkap Beserta Harga Tiketnya

Setelah dilakukan pengecekan, memang menurutnya banyak endapan lumpur dan sampah di dalam drainase yang melintas di jalan Otista.

"Silahkan saja cek, banyak drainase yang tidak fungsi, tersumbat banyak sampah," ungkapnya.

Bachtiar meminta dinas terkait segera memperhatikan kondisi drainase di sepanjang Jalan Otista, menurutnya jika terus dibiarkan maka akan merusak jalan karena sering tergenang.

Ia sendiri sering mengeluarkan uang pribadi untuk merawat drainase di sekitar rumahnya, namun hal tersebut terbatas lantaran perlu perbaikan secara menyeluruh.

"Harus ada diperlebar lagi drainasenya, biar tidak meluber ke jalan, kondisinya sudah memprihatinkan, ini kan jalan utama masuk Garut, malu kalo orang luar yang datang ke Garut langsung disambut banjir," ungkapnya.

Baca juga: Tembok Penahan Jembatan Tajim di KBB Retak, Konstruksi Terpaksa Akan Dibongkar

Pantauan TribunPriangan.com Senin petang, kemacetan di Jalan Bandung-Garut tersebut masih terjadi.

Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya material batu koral yang sehingga mengakibatkan sejumlah pemotor berjatuhan.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved