Banjir Gelarpawitan Cianjur
4700 Warga Gelarpawitan Cianjur Masih Terisolir, Jembatan Penghubung Terputus
Sebanyak 4700 jiwa di Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur terisolir akibat jembatan dan akses jalan penghubung menuju kantor
Laporan Kontributor Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Banjir yang menerjang Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur membuat aktivitas warga terganggu.
Sebanyak 4700 jiwa di Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur terisolir.
Pantauan Wartawan TribunPriangan.com dilokasi, kondisi jembatan dan akses jalan penghubung menuju kantor kecamatan terputus.
Kepala Desa Gelarpawitan, Heri Kuswanto mengatakan, hingga saat ini akses jalan menuju ibu kota ke camatan tertuputus akibat tertutup tanah longsor dan jembatan yang terbawa arus.
"Jembatan itu terputus setelah diterjang banjir akibat meluapnya aliran sugan beberapa waktu lalu, dan jalan yang tertutup tanah longsor, sehingga warga terisolir di Desa Gelarpawitan terisolir," ucapnya saat dihubungi, Kamis (10/11/2022).
Baca juga: Nunggak KPR 3 Bulan, Jessica Iskandar Buka-bukaan Cicilan Harga Rumahnya Sampai Segini
Saat ini, kata dia, tercatat sudah ada sekitar 4700 jiwa dari beberapa kampung yang terisolir, sehingga membuat aktivitas pendidikan, sosial terhenti dan ekonomi lumbuh.
"Kini ribuan warga yang terisolir itu masih bertahan, dan memanfaatkan ketersediaan bahan pangan yang adan, meski sudah mulai menipis," katanya.
Selain itu, Heri menyebutkan, memasuki hari kedelapan pasca banjir, dari delapan ke RWan diwilayahnya, lima diantaranya terdampak banjir dan longsor.
Baca juga: KPED Jabar Menilai Upah Minimum Kabupaten atau Kota Tahun 2023 Ideal Naik 20-30 Persen
"Dari lima RW yang terdamapk itu, sebanyak 14 rumah mengalami rusak ringan hingga sedang, akibatnya warga yang terdampak itu harus mengungsi. Selain rumah belasan hektar sawah rusak akibat terendam banjir," katanya.
Sementara itu, Plt Camat Cidaun Sofyan Sauri membenarkan satu desa diwilayahnya terisolir akibat tertutup tanah longsor dan jembat terputus.
"Ada delapan titik tanah longsor menuju, dan satu jembatan yang ambruk akibat bencana kemarin. Hingga kini baru ada lima titik yang tengah ditangani," katanya.
Baca juga: Buntut Curhat di Medsos Viral, Kiesha Alvaro Minta Maaf ke Pasha Ungu
Ia mengungkapkan, hingga saat ini petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri dan sejumlah relawan masih melakukan penaganan titik jalan yang terutup material longsor dengan alat berat.
"Meski terisolir tapi bukan terarti bantuan tidak bisa masuk, kita usahakan bantuan pangan, obat dan pakaian dapat masuk ketitik terdekat menuju Desa Gelarpawitan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ciduan.jpg)