Viking Galuh Ciamis Tak Setuju PSSI Dibekukan
Menurut pendiri Viking Galuh, Adang Ija, pembekuan PSSI akan berdampak luas bagi mereka yang bergelut di dunia sepak bola.
TRIBUNPRIANGAN.COM,CIAMIS – Pentolan Bobotoh Persib di Ciamis, Viking Galuh, tidak setuju dengan adanya desakan supaya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibekukan.
Desakan pembekuan itu dikeluarkan Komnas HAM, yang merekomendasikan Presiden RI supaya membekukan PSSI imbas trageji Kanjuruan yang menewaskan ratusan nyawa suporter.
“Tidak, saya tidak sepakat dengan desakan pembekuan PSSI. Sepakbola di tanah air harus jalan terus,” ujar Adang Ija , pendiri Viking Galuh kepada Tribun Jumat (4/11/2022).
Menurutnya, apabila PSSI sampai dibekukan, maka berarti segala macam kegiatan sepak bola di tanah air juga ikut membeku alias tidak berjalan.
Baca juga: Ditanya Soal KLB, Bos Persib Berharap Ada Kepastian Kompetisi Liga 1
Baca juga: Persib Diprediksi Kehilangan David Rumakiek Selama 9 Bulan Akibat ACL
“Tidak ada event, tidak ada kompetisi. Liga tentu terhenti dengan sendirinya. Masa kejadian tahun 2015 (pembekuan PSSI menyusul perseteruan Menpora dengan PSSI) harus terulang kembali,” katanya.
Bila kompetisi atau Liga sampai tidak berjalan karena PSSI dibekukan, lanjut Adang, maka akan banyak pihak yang kehilangan haknya, dan berdampak luas bagi khalayak.
“Masyarakat kehilangan haknya untuk menonton event sepak bola. Kehilangan haknya menghibur diri dengan menonton pertandingan sepak bola. Para suporter kehilangan haknya datang ke stadion mendukung tim kesayangannya," ujarnya.
Selain suporter, menurut Adang, orang-orang yang bergelut di dunia sepak bola juga akan merasakan dampak yang lebih, mulai dari pemain, pelatih hingga para sponsor.
“Terutama para pemain akan merasakan dampaknya. Mereka akan kehilangan pekerjaan, akan kehilangan kesempatan untuk berprestasi. Pelaku sepak bola, pemain, suporter, penggemar akan merasakan dampaknya. Sektor ekonomi, pajak, pedagang dan segala macam akan merasakan dampaknya,”ujar Adang.
Kata Adang, bila kompetisi di Indonesia terjadi masalah seperti tragedi Kanjuruhan, maka sebaiknya PSSI tidak perlu dibekukan.
Baca juga: Nasib Liga Tak Pasti, PSGC Ciamis Liburkan Pemainnya Usai Pembukaan Porprov XIV Jabar 2022
“Kalau ada tikus di lumbung, jangan lumbungnya yang dibakar. Tapi tangkap saja tikusnya,” ungkapnya.
Menurut Adang, dalam tragedi Kanjuruhan ini sudah ada Tim Gabungan Independent Pencari Fakta (TGIPF) untuk mencari fakta siapa-siapa saja yang harus bertanggungjawab.
“Jangan sia-siakan pengorbanan nyawa suporter. Sepak bola nasional harus lebih maju. Sepak bola jangan sampai mati. Kalau ada masalah, selesaikan saja permasalahannya,” ujar Adang Ija yang juga Koordinator Forum Pemuda Galuh, penggagas “Piala Tut Wuri Handayani” Liga Pelajar di Ciamis yang rutin digelar setiap tahun sejak tahun 2004 lalu.
Dia berharap, penyelesaian masalah tragedi Kanjuruhan ini memberikan solusi bukan malah menambah masalah baru.
“Kami sebagai suporter akan kehilangan haknya untuk mendukung tim kesayangan. Selesaikanlah masalah tanpa perlu menimbulkan masalah baru,” harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/viking-galuh-ciamis_20180221_190218.jpg)