Jumat, 1 Mei 2026

Wisata Tasikmalaya

Cirahong, Jembatan Unik Multi Fungsi yang Menyimpan Nilai Sejarah, Mistis, Hingga Objek Wisata

Jembatan ini dibangun diatas Sungai Ciatanduy sepanjang 202 meter yang menghubungkan 2 Kabupaten, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Tayang:
Tribun Jabar/Andri M Dani
Jembatan KA Cirahong di KM 283+745 yang berlokasi antara Ciamis dan Manonjaya (Tasikmalaya) dibangun tahun 1893 

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Jembatan Cirahong adalah salah satu jembatan yang begitu populer di Jawa Barat. 

Jembatan unik ini adalah satu-satunya jembatan multi fungsi yang hanya ada di Indonesia

Jembatan sangat terkenal karena menjadi jembatan kereta api, tepat di atas Sungai Citanduy sepanjang 202 meter yang menghubungkan 2 Kabupaten, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Terdapat sejarah menarik di balik jembatan yang menjadi perbatasan dua kabupaten.

Baca juga: Segera Cek, Ternyata 4 Tanaman Ini Sangat Ampuh Atasi Ambeien, Anda Wajib Tau!

Sejarah Jembatan Cirahong

Dilansir dari dbmtr.jabarprov.go.id, jembatan cirahong dibangun pada masa penjajahan Belanda .

Pilar batu di Jembatan Citanduy dilakukan pada 19 Agustus 1893 yang merupakan bagian dari pembangunan rel kereta api jalur selatan di Pulau Jawa oleh perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda yaitu, Staatsspoorwegen.

Baca juga: Jembatan Cirahong Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Motor dan Pejalan Kaki Diminta Cari Jalan Lain

Baca juga: Ingin Wisata ke Green Canyon Pangandaran? Perhatikan Dulu Hal-hal Berikut Sebelum Berkunjung

Jembatan ini dilewati oleh kereta api jarak jauh yang melayani jurusan Bandung-Yogyakarta-Surabaya, dan Jakarta-Purwokerto melalui Bandung, yang bertumpu pada empat tiang dan jarak antara kedua tiang  batu dan besi, yakni delapan meter. 

Jembatan ini termasuk jembatan yang memiliki arsitektur unik karena dibuat dengan fungsi 2 in 1, yaitu jembatan dimana muatan tidak dipikulkan langsung pada rasuk-rasuknya, melainkan melalui perantara rasuk melintang kepada rasuk-rasuknya. 

Desain Jembatan Cirahong
Jembatan KA Cirahong di KM 283+745 yang berlokasi antara Ciamis dan Manonjaya
(Tasikmalaya) dibangun tahun 1893 (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Pada 1956-1958, Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI), melakukan perbaikan dan pemeliharaan jembatan di Jawa. Setelahnya, DKA meningkatkan rencana muatan jembatan, termasuk di lintas Cibatu-Banjar, dan saat ini, berada di bawah Daerah Operasi II Bandung.

Dimana diatas jembatan sebagai perlintasan rel kereta api sedangkan dibawahnya sebagai perlintasan roda dua,roda empat dan pejalan kaki.

Namun sejak 1 September 2021 lalu, akses jembatan ini ditutup bagi kendaraan roda empat sehingga hanya bisa dilewati oleh pengendara roda dua dan pejalan kaki saja.

Dalam pembangunan Jembatan Cirahong, banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial.

Baca juga: Seorang Pemuda di Pangandaran Tega Melukai Tetangganya Sendiri

Kala itu pemerintah kolonial Belanda sedang membangun jalan kereta api jalur selatan yang melintasi Bandung, Garut, Tasikmalaya dan Banjar, lalu menyambung ke Jawa Tengah. 

Mereka berusah memudahkan agar jalur yang menghubungkan antar kota bisa dijangkau dengan mudah, mereka membangun jalur kereta api, dan berharap bisa mempermudah jalur angkutan barang maupun mobilitas penduduk untuk efektivitas dalam mengontrol kawasan jajahannya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved