Kamis, 16 April 2026

Sungai Citarik Meluap, Akses Jalan Cicalengka Sempat Terputus

Arus lalulintas jalan Raya Barat Cicalengka sempat terputus akibat banjir luapan Sungai Citarik, Minggu (23/10/2022).

Editor: ferri amiril
istimewa tangkapan layar video amatir warga
Sungai Citarik meluap sempat memutus jalur Cicalengka Kabupaten Bandung 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kab-Bandung, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Arus lalulintas jalan Raya Barat Cicalengka sempat terputus akibat banjir luapan Sungai Citarik, Minggu (23/10/2022).

Akibat luapan Sungai Citarik, baik kendaraan roda dua dan roda empat, tak bisa melewati jalan tersebut. Sehingga pengendara, harus melewati jalan lain, supaya kendaraannya tak mati mesin atau mogok.

Seorang warga Fakih Al- Faruq (32), membenarkan adanya banjir di jalan tersebut akibat luapan Sungai Citarik. "Banjir bukan hanya merendam jalan tapi juga permukiman. Jelas banjir ini sangat menghambat dan mengganggu warga," kata Fakih.

Sebab memang, kata Fakih, daerah tersebut, seperti cekungan. Menurut Fakih, banjir terjadi mulai sekitar, pukul 15.00 WIB, hingga memutus arus lalulintas.

"Jalan bisa dilewati kembali, sekitar pukul 17.00 WIB," ujar dia.

Fakih berharap, tentu banjir tak terjadi lagi karena sangat menyulitkan dan mengganggu aktifitas warga.

"Pokona mah, jadi riweuh lah, mau pulang juga harus muter jalannya," tuturnya.

Fakih mengatakan, sebagai warga berharap pemerintah turun tangan, untuk membenahi daerah tersebut.

"Supaya tak terjadi lagi, mungkin harus ada pelebaran dan pengerukan sungai karena dangkal. Lalu ada perbaikan gorong-gorong juga," ucap dia.

Seorang Relawan Kebencanaan dan Kemanusiaan, Roni Ramdani, menjelaskan, untuk Sungai Citarik kalau misalkan hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu, seperti di Curug Cinulang, Kareumbi, bisa dipastikan daerah tersebut banjir dan akses terputus.

"Pasti akses terputus, kendaraan roda dua dan empat gak mungkin lewat, akibat luapan dari Sungai Citarik," kata Roni. Roni mengatakan, di daerah tersebut, banjir paling parah bisa mencapai dua meter.

"Kalau yang sekarang sekitar 50 sentimeter," katanya.

Menurutnya, banjir di sana juga bukan hanya merendam Jalan Raya, tapi juga permukiman warga.

"Kalau yang kejadian hari ini yang terdampak dua RT dari dua RW," tuturnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved