Legislator Jabar Khawatir Lahan Negara Dikuasai Banyak Oknum

Ketua Komisi IV DPRD Jabar, KH Tetep Abdulatip, mengungkapkan, pencideraan terhadap UUD 45 mengenai kekayaan negara jangan terus dibiarkan

Editor: ferri amiril
Tribun Priangan.com/firman suryaman
Ketua Komisi IV DPRD Jabar, KH Tetep Abdulatip, saat sosialisasi empat pilar dengan komponen pecinta lingkungan, di gedung Al Wusto, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/10). 

Laporan Kontributor TRIBUNPRIANGAN.COM Tasikmalaya, Firman Suryaman

TRIBUNPRIANGAN.COM, TASIKMALAYA - Ketua Komisi IV DPRD Jabar, KH Tetep Abdulatip, mengungkapkan, pencideraan terhadap UUD 45 mengenai kekayaan negara jangan terus dibiarkan.

"Sudah sangat jelas tanah, air dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat," kata KH Tetep, saat melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di gedung Al Wusto, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/10/2022).

Namun pada kenyataanya, lanjut KH Tetep, ada kekayaan negara yang kini digerogoti dan kemudian dikuasai perorangan. Tidak hanya ratusan hektare tapi hinggga ribuan hektare.

"Misal ada perusahaan milik perorangan menguasai ratusan hektare bahkan ribuan hektare lahan tambang," kata KH Tetep.

Kondisi seperti itu memperlihatkan kepada rakyat bahwa kekayaan negara mulai dikuasai perorangan dan melemahkan pilar kebangsaan.

Tanah, air dan seluruh kekayaan yang ada di dalamnya dikuasai oleh negara. Hal itu tertuang dalan pembukaan UUD 45.

"Seperti yang terjadi di Halmahera, Maluku, ada ribuan hektare lahan pertambangan yang dikabarkan dikuasai perusahaan milik perorangan," ujar KH Tetep.

Kondisi seperti itu, lanjut KH Tetep, harus sudah diakhiri. Karena kalau dibiarkan akan merugikan negara dan bangsa.

"Pada akhirnya merugikan rakyat. Karenanya empat pklar kebangsaan perlu terus digaungkan melalui sosialisasi seperti ini," ujar KH Tetep.(*)

 

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved