Jumat, 24 April 2026

Longsor Timbun Pabrik

BREAKING NEWS! Pabrik Air Kemasan Tertimbun Longsor di Cigendel Sumedang

Sebuah pabrik air kemasan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat luluh lantak akibat tertimbun longsor. Kondisinya sangat menyedihkan

|
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
LONGSOR - Sebuah pabrik air kemasan di Desa Cigendel, Kecamatan Pemulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat luluh lantak akibat tertimbun longsor. Peristiwa tebing longsor terjadi Minggu (18/1/2026) malam. 
Ringkasan Berita:* Sebuah pabrik air kemasan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat luluh lantak akibat tertimbun longsor. Kondisinya sangat menyedihkan karena atap rata dengan tanah
 
* Ia mengatakan, peristiwa longsor ini diduga dipicu hujan intensitas intensitas  sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah ini dalam sepekan terkahir

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sebuah pabrik air kemasan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat luluh lantak akibat tertimbun longsor. Kondisinya sangat menyedihkan karena atap rata dengan tanah. 

Pabrik air kemasan ASMI ini berlokasi di jalur Bandung- Cirebon, tepatnya Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Lokasinya memang berada di sekitar lembah, di mana tidak jauh dari situ tanah-tanah berbukit. 

Termasuk di area berbukit itu tebing setinggi sekitar 25 meter yang berada yang ambrol menimpa pabrik. Kejadiannya pada Minggu (18/1/2026) malam. 

"Kejadiannya sekira pukul 23.00," kata Serda Asep Nurdin, Babinsa Cigendel kepada Tribun, Senin (19/1/2026) pagi. 

Asep menyebutkan peristiwa tebing longsor ini tidak merenggut korban jiwa. Namun, kata Asep, bangunan pabrik air kemasan ini hancur. 

"Tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian ini sejumlah kendaraan terjebak di area longsoran," ucapnya.

Ia mengatakan, peristiwa longsor ini diduga dipicu hujan intensitas intensitas  sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah ini dalam sepekan terkahir. 

"Dalam sepekan terakhir, kawasan ini diguyur hujan, ditambah kondisi tanah labil," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved