Bupati Dony Pastikan Biaya Pemasangan Tiang Pintar di Sumedang Bukan dari APBD
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan biaya pendirian tiang pintar (Smart Pole) di Sumedang bukan bersumber dari APBD
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan biaya pendirian tiang pintar (Smart Pole) di Sumedang bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD.
Tiang pintar yang tertancap di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang itu
melainkan bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Alita Praya Mitra.
Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi mengoperasikan Smart Pole sebagai bagian dari transformasi menuju kota cerdas.
Peresmian dilakukan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, didampingi Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, unsur Forkopimda, serta Direktur Utama PT Alita Praya Mitra, Joseph Lumban Gaol, Rabu (7/1/10//2026).
"Bukan dari APBD Sumedang, tetapi bantuan dari program CSR PT Alita Praya Mitra," kata Dony Ahmad Munir, kepada TribunJabar.id.
Baca juga: Liburan di Sumedang Bareng Keluarga, 5 Tempat Makan Khas Sunda Ini Jangan Sampai Terlewatkan
Dony mengatakan, bantuan tiang pinter tersebut merupakan cerminan kepercayaan perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), terhadap Pemerintah Kabupaten Sumedang.
"Sumedang hanya penerima manfaat saja, ini bentuk kepercayaan kepada Sumedang," ucapnya.
Dalam sesi uji coba, Smart Pole memperlihatkan kemampuannya sebagai infrastruktur digital terpadu. Dari satu tiang, berbagai sistem aktif bersamaan.
CCTV memantau area sekitar, papan informasi digital siap menyampaikan pesan publik, sensor kualitas udara bekerja membaca kondisi lingkungan, hingga sistem pengisian daya kendaraan listrik siaga digunakan.
Yang paling menyita perhatian, drone patroli terintegrasi diperlihatkan sebagai bagian dari sistem. Drone tersebut dirancang beroperasi hingga empat kali sehari dengan radius pemantauan satu kilometer, memantau potensi gangguan keamanan, kebakaran, hingga kondisi darurat lainnya.
“Smart Pole ini dirancang untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat. Dalam satu tiang, terintegrasi berbagai perangkat teknologi dengan fungsi yang sangat lengkap,” kata Bupati Dony Ahmad Munir.
Menurut Dony, seluruh sistem Smart Pole terhubung langsung dengan Command Center Kabupaten Sumedang serta layanan darurat seperti 112. Ketika drone atau sensor mendeteksi potensi bahaya, data akan dikirim secara real time untuk ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
“Ini bukan sekadar tiang lampu. Ini bagian dari ekosistem smart city yang mendukung keamanan, ketertiban, dan pengambilan kebijakan berbasis data,” ujarnya. (***Kiki Andriana***)
Baca juga: Diuji Coba Langsung Saat Peresmian, Smart Pole Sumedang Tunjukkan Cara Kerja Kota Masa Depan
| Kejaksaan Negeri Sumedang Tetapkan 2 Tersangka Baru di Kasus PJU dan Retribusi Parkir |
|
|---|
| "Rabu Ngangkot", ASN Sumedang Wajib Naik Angkot Setiap Rabu |
|
|---|
| Ada Ribuan Lowongan Kerja di Job Fair Sumedang Creative Center |
|
|---|
| Masih Ada Waktu Untuk Adakan Acara Walimatussafar, Simak Contoh Kalimat Sambutan dan MC |
|
|---|
| Hari Pertama UTBK di Unpad Jatinangor, Belum Ditemukan Kasus Joki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/smart-pole-sumedang-resmi-beroperasi-1.jpg)