Aroma Jagung Bakar Mang Ade Menghangatkan Malam Tahun Baru 2026 di Tanjungsari Sumedang
Aroma Jagung Bakar Mang Ade Menghangatkan Malam Tahun Baru 2026 di Tanjungsari Sumedang
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Seorang pedagang Cilor banting stir jadi penjual jagung bakar di malam tahun baru* Ia memanfaatkan warga yang berkumpul di alun-alun Tanjungsari
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Deru sepeda motor mendominasi Jalan Raya Tanjungsari, Sumedang, Rabu (31/12/2025) petang.
Menjelang malam pergantian tahun 2025 ke 2026, arus kendaraan mengalir padat, bercampur suara klakson dan obrolan warga yang berbondong-bondong menuju Alun-alun Tanjungsari.
Di sudut alun-alun itu, asap tipis mengepul dari bara arang. Aromanya khas membawa rasa manis, gurih, dan hangat. Sumbernya jelas, yakni jagung bakar milik Ade Jalaludin (38), warga Desa/Kecamatan Sukasari.
Malam itu, Ade tak seperti hari-hari biasa. Pedagang keliling cilor yang sehari-hari berjualan di kawasan Sukasari, dari SD ke SMP, itu sengaja “naik kelas” sementara. Ia memanfaatkan momen malam tahun baru dengan berjualan jagung bakar.
“Ya, setahun sekali saja. Malam tahun baru,” ujar Ade kepada Tribun, sambil tersenyum.
Baca juga: Lautan Manusia di Jalan HZ Mustofa Tasikmalaya Malam Ini, Ada Hiburan Wayang Golek
Jagung-jagung berukuran besar ditata rapi. Kulitnya menumpuk di satu sudut, sementara tongkolan yang siap dibakar berjajar menunggu giliran. Sejak mulai berjualan pukul 15.00 WIB, lapaknya tak pernah benar-benar sepi.
Dengan topi hitam dan kaos oblong, Mang Ade sibuk memainkan perannya. Tangan kanannya mengibas-ngibaskan kipas bambu (hihid), menjaga bara arang tetap menyala. Tangan kirinya cekatan membolak-balik jagung yang telah dilumuri mentega, hingga warnanya mengilap keemasan.
Malam ini, Ade menjual dua jenis jagung. Yaitu yang masih mentah dan jagung bakar. Jagung mentah dibanderol Rp10 ribu per kilogram, di mana isinya kadang hanya berisi dua tongkol karena ukurannya besar. Sementara jagung bakar dijual Rp10 ribu per buah.
Hasilnya terbilang manis. Hingga pukul 20.30 WIB, sekitar 30 kilogram jagung telah ludes terjual. Ia pun dibantu seorang teman untuk melayani pembeli yang terus berdatangan.
“Alhamdulillah ramai. Dari tadi banyak yang beli,” tuturnya.
Jagung yang dijual Mang Ade ia peroleh dari pemasok lokal. Total, ia membawa sekitar satu kuintal jagung khusus untuk malam pergantian tahun ini. Namun, jangan berharap bisa menemukannya besok. Sebab Ade berjualan jagung bakar semalam ini saja.
“Besok mah enggak. Ini hanya memanfaatkan momen saja,” katanya.
Di tengah hiruk-pikuk malam tahun baru, lapak sederhana Ade menjadi bagian kecil dari perayaan. Bagi sebagian orang, jagung bakar hanyalah camilan. Namun bagi Ade, ia adalah harapan tentang rezeki musiman, kerja keras, dan kehangatan yang lahir dari bara arang di penghujung tahun.(*)
| Hari Pertama UTBK di Unpad Jatinangor, Belum Ditemukan Kasus Joki |
|
|---|
| Siswi SD di Sumedang Digauli Guru, Orang Tua dan Anak Harus Kompak Cari Solusi |
|
|---|
| Guru Cabuli Siswi SD di Sumedang, Pengamat Soroti Pentingnya Deteksi Dini di Keluarga dan Sekolah |
|
|---|
| Pedagang Menjerit karena Minyakita Hilang dari Pasar Ciamis |
|
|---|
| Dandim Sumedang Pastikan Pria Tipu Pedagang Telur di Pamulihan Adalah TNI Gadungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/jagungbakaradedededede.jpg)