Selasa, 12 Mei 2026

Keracunan MBG Sumedang

Bupati Sumedang Stop Sementara SPPG Ujungjaya Buntut Puluhan Siswa Keracunan

Bupati Sumedang Stop Sementara SPPG Ujungjaya dan Tomo Buntut Puluhan Siswa Keracunan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: ferri amiril
istimewa
KERACUNAN - Sebanyak 59 orang pelajar di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat keracunan seusai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Ujungjaya buntut keracunan puluhan siswa pada Kamis (25/9/2025). 

Puluhan siswa di Kabupaten Sumedang keracunan makanan. Diduga, keracunan ini akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Tercatat, hingga pukul 19:00, sebanyak 105 siswa di tiga sekolah setingkat SMA di Sumedang keracunan.

Kasus keracunan ini terjadi di tiga sekolah, yaitu SMK Win Ujungjaya, SMK Rimba Bahari Situraja, dan SMA 1 Tomo. 

"Kami evaluasi, SPPG yang di Ujungjaya disetop dulu," kata Bupati Dony kepada Tribun, Kamis malam

Dony menyebutkan, buntut kejadian ini pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi dengan Satgas MBG. 

Baca juga: Kronologi 59 Siswa SMA Keracunan Setelah Santap Hidangan MBG

"Malam ini kita akan rakor. Evaluasi. Besok kami undang SPPG untuk membahas ini," kata Dony. 

Sebelumnya, Dony mengatakan Pemkab Sumedang telah menerapkan langkah antisipatif terjadinya keracunan akibat MBG. Dony juga melakukan langkah preventif dengan jalur administratif. Yaitu membuat surat arahan kepada SPPG, untuk menguatkan kehati-hatian agar terhindar dari keracunan

"Kedua, saya membuat surat arahan kepada SPPG untuk menguatkan itu supaya antisipasi tidak terjadi di Sumedang, makanan diawasi dengan baik, makanannya bersih, higienis, sehat, tidak berbahaya," katanya. 

Di Puskesmas-puskesmas seluruh Sumedang, terdapat ahli gizi. Dony mengatakan, ahli gizi dari puskesmas itu diminta turun ke lapangan untuk memantau peredaran MBG

"Ketiga, saya menugaskan puskesmas dan ahli gizi untuk terjun ke SPPG untuk mengetes sampel makanan, mengandung bahaya atau tidak," katanya. 

Fakta keracunan, sebagian besar korban mengeluhkan gejala keracunan yang hampir seragam, seperti pusing, mual, muntah, dan sesak napas.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved