Senin, 20 April 2026

Nelayan Pangandaran Tetap Menjaring Meski Cuaca Mendung di Pantai Timur

Suasana mendung mengurung kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026) pagi. Awan hitam tampak menutupi langit

Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Padna
CUACA - Suasana cuaca mendung mengurung kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026) pagi 

Ringkasan Berita:Suasana mendung mengurung kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026) pagi. Awan hitam tampak menutupi langit di atas hamparan laut dan perbukitan yang mengelilingi wilayah pesisir
 
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebutkan hasil analisis menunjukkan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Suasana mendung mengurung kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026) pagi. Awan hitam tampak menutupi langit di atas hamparan laut dan perbukitan yang mengelilingi wilayah pesisir. 

Ombak laut pun terlihat cukup besar, menghantam bibir pantai yang sedang mengalami pasang.

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini tak menyurutkan semangat para nelayan Pangandaran untuk tetap beraktivitas. 

Demi memenuhi kebutuhan hidup, sebagian nelayan tetap turun ke laut, baik menjaring di sekitar pantai maupun melaut hingga ke tengah perairan.

Mereka menggantungkan harapan pada hasil tangkapan, meski sadar cuaca ekstrem kerap membuat hasil tidak sesuai harapan.

Baca juga: Cara Cek Bansos BPNT Bulan Ini Untuk Warga Pangandaran

"Ya memang kondisi cuacanya lagi kurang bersahabat, tapi kalau tidak menjaring, kita tidak punya pendapatan," ujar Sarno (33), seorang nelayan jaring arad kepada Tribun di Pantai Timur Pangandaran, Kamis pagi.

Menurut Sarno, hasil tangkapan ikan dalam beberapa hari terakhir menurun drastis akibat cuaca buruk. Bahkan, tidak sedikit nelayan yang memilih untuk tidak melaut karena khawatir akan keselamatan.

"Yang biasanya dapat satu juta lebih, sekarang paling 350 ribu ke bawah. Itu pun dibagi-bagi karena saat menangkap ikan kita berkelompok," katanya.

Sementara dalam keterangan tertulisnya, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebutkan hasil analisis menunjukkan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian.

Cuaca ekstrem diprakirakan mulai terjadi sejak 21 Januari di sejumlah wilayah, antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.

Memasuki 22 Januari, potensi serupa masih membayangi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. 

Pada 23 Januari, wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta NTT kembali diprakirakan mengalami cuaca ekstrem.

BMKG pun memprediksi intensitas hujan tinggi berpotensi terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 24 Januari. 

Sementara itu, wilayah Bali, NTB, dan NTT diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan pada periode 25–26 Januari.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved