Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026/ 26 Zulhijah 1448 H: Tiga Perkara Penyelamat dari Api Neraka
Berikut ini terdapat Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026/ 26 Zulhijah 1448 H:Tiga Perkara Penyelamat dari Api Neraka
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNPRIANGAN.COM - Selamat dari siksa api neraka, menjadi tujuan hidup setiap muslim.
Berapa banyak doa yang dipanjatkan dala sehari, hanya untuk dibebaskan dari belenggu siksa api yang bahan bakarnya dari manusia tersebut.
Dalam Islam, kita tak diajarkan untuk membencinya, namun selalu dituntun untuk terus menjauhkan diri dari perkara yang membuatnya sampai pada kita.
Tentu menjadi muslim yang taat dengan menjaga diri dari Api Neraka bukan hal yang mudah.
Perlu pengingat dan keteguhan iman untuk menjaganya tetap istiqomah.
Topik ini, tentu sangat penting disampaikan dalam keadaan apapu, termasuk dalam Khutbah Jumat, berikut ini salah satu contoh teks Khutbah yang bisa digunakan pada salat jumt mendatang.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026/ 26 Zulhijah 1448 H: Menyerap Pelajaran Penting Tahun Baru Hijriah
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، وَيُدَبِّرُ الْأُمُورَ بِحِكْمَتِهِ وَقَدَرِهِ، نَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْجَبَّارُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ وَالنَّجْوَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ الدُّنْيَا دَارُ ابْتِلَاءٍ وَامْتِحَانٍ، وَالْآخِرَةَ دَارُ جَزَاءٍ وَأَمَانٍ.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Mari kita lazimi perintah-perintah dalam syariat Islam yang mulai ini dan mari kita jauhi larangan-larangan yang telah ditetapkan dalam agama kita.
Sungguh, takwa inilah satu-satunya bekal yang dapat kita andalkan dalam meraih ridha Allah subhanahu wata’ala dalam kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 197,
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ
“Berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Setelah kita mengikrarkan diri sebagai hamba yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala, tentu tujuan tertinggi kita bukan lagi kenikmatan duniawi. Tujuan tertinggi kita adalah menggapai ridha Allah subhanahu wata’ala.
Jika Allah subhanahu wata’ala telah meridhai kita, tentu di akhirat kelak api neraka tidak akan menyentuh dan membakar kulit kita. Karena kelak tempat kita adalah Surga.
Dengan demikian, maka perlu kiranya kita memahami betul hal-hal yang menjadi kunci agar api neraka tidak membakar kulit kita dan Allah subhanahu wata’ala menempatkan kita di Surga-Nya.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Muharam Waktosna Introspeksi Pikeun Nyanghareupan Taun anu Anyar
Tauhid adalah kunci awal dalam meraih ridha Allah subhanahu wata’ala sekaligus pembuka seluruh pintu kebaikan.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh imam Muslim hadits nomor 29, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ
“Barang siapa yang bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah urusan Allah maka Allah haramkan api neraka bagi dirinya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari hadits nomor 128,
مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Tidaklah seseorang yang bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah secara jujur dari lubuk hatinya kecuali Allah haramkan api neraka bagi dirinya.”
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari hadits nomor 425, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ
“Sungguh Allah telah mengharamkan api neraka bagi siapa pun yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah dengan hanya mengharap wajah (ridha) Allah.”
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Cara Mencari Berkah di Dunia
Kedua: Akhlak Karimah
Imam at-Tirmizi meriwayatkan sebuah hadits dalam kitabnya Sunan at-Tirmizi hadits nomor 2488, derajat hadits ini shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ
“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram (tersentuh api) neraka?’ tanya Rasulullah.
Para sahabat berkata, ‘Iya, Wahai Rasulullah!’
Beliau menjawab, ‘(Haram tersentuh api neraka) orang yang hayyin, layyin, qarib, dan sahl.’”
Hayyin, layyin, qarib, dan sahl adalah sifat rendah hati, ramah, murah senyum, suka memberi kemudahan, tidak mempersulit, tidak berbelit-belit, dan tidak menyusahkan orang lain dalam berbagai urusan.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Memupuk Bekal Akhirat
Ketiga: Shalat
Jangan pernah meremehkan shalat. sekali lagi, jangan pernah meremehkan urusan shalat. Shalat adalah tiang agama. Shalat adalah amalan yang membedakan antara Islam dan kafir. Shalat yang akan menyelamatkan kita dari api neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam kitab Musnad Imam Ahmad hadits nomor 18346,
مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، عَلَى وُضُوئِهَا، وَمَوَاقِيتِهَا، وَرُكُوعِهَا، وَسُجُودِهَا، يَرَاهَا حَقًّا لِلَّهِ عَلَيْهِ، حُرِّمَ عَلَى النَّارِ
“Barang siapa yang menjaga ibadah shalat lima waktu; wudhunya, ketepatan waktunya, rukuknya, sujudnya, dan ia mengetahui bahwa semua itu merupakan kewajiban dari sisi Allah, maka neraka diharamkan bagi dirinya.”
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari hadits nomor 7000, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ
“Allah mengharamkan api neraka melahap bekas-bekas sujud (shalat).”
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Demikian materi khutbah Jumat tentang tiga perkara penyelamat dari api neraka. Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita untuk istiqamah melazimi tiga perkara tersebut. Hingga akhirnya Allah subhanahu wata’ala benar-benar melimpahkan ridha-Nya kepada kita semua. Amin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَبِهِ كَانُوْا يَعْدِلُوْنَ: أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَليٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا رَخَاءً وَسَائْرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجالِ
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْألُكَ مُوْجِباتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزائِمَ مَغْفِرَتِكَ، والسَّلامَةَ مِنْ كُلِّ إثمٍ، والغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، والفَوْزَ بالجَنَّةِ، والنَّجاةَ مِنَ النَّارِ
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا. إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا. رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى آلَائِهِ وَنِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
(*)
Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News
Khutbah Jumat Juni
khutbah Jumat Terbaru
Khutbah Jumat Zulhijah
Naskah Khutbah Jumat Terbaru
khutbah Jumat
Contoh Teks Khutbah Jumat
Teks Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat Hari Ini
Naskah Khutbah Jumat
Konten Evergreen
TribunEvergreen
Evergreen
Meaningful
| Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026/ 19 Zulhijjah 1447 H: Perteguh Hati dan Pikiran |
|
|---|
| Naskah Sunda Khutbah Jumat 19 Zulhijjah 1447 H/ 5 Juni 2026: Ulah Jadi Jalma Nu Rugi |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Berislam Secara Intelektual |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Prinsip Tauhid dan Kesetaraan Manusia dalam Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Tata-Cara-Salat-Tarawih-dan-Witir.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.