Rabu, 20 Mei 2026

Idul Adha 1447 H

Puasa Arafah dan Tarwiyah 2026: Bolehkah Dikerjakan di Luar 10 Hari Awal Zulhijah?

Berikut ini terdapat info tentang Puasa Arafah dan Tarwiyah 2026: Bolehkah Dikerjakan di Luar 10 Hari Awal Zulhijah?

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Posbelitung.co
HUKUM PUASA ARAFAH - Puasa Arafah dan Tarwiyah 2026: Bolehkah Dikerjakan di Luar 10 Hari Awal Zulhijah? Ilustrasi puasa Arafah. (Muslim.Or.Id) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Bulan Zulhijah tengah berlangsung di 10 hari pertamanya.

Seperti yang umum dliketahui, tak hanya puasa Ramadan sebelum masuk Lebaran Idul Fitri, pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah juga terdapat puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah, sebelum Idul Adha.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kedua puasa tersebut, karena begitu besar keutamaan yang terkandung di dalamnya. 

Puasa ini bertepatan dengan berkumpulnya jemaah haji di Padang Arafah, dan hanya dianjurkan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Sekedera info, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI dan hasil sidang isbat yang berlangsung pada Minggu, (17/5/2026) lalu, Hari Raya Idul Adha 1447 H diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026, yang didahului dengan puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah 1447 H/2026, Dilipatgandakan Seluruh Pahala

Adapun, Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua dari serangkaian puasa sunah yang dianjurkan dalam bulan Dzulhijjah, khususnya pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.

Lantas bisakah dikerjakan diluar hari yang ditentukan? 

Bolehkah Kerjakan Puasa Arafah dan Tarwiyah di Luar 10 Hari Awal Zulhijah?

Puasa Dzulhijjah biasanya merujuk pada puasa selama sembilan hari pertama bulan tersebut.

Puasa sunnah yang terkait langsung dengan tanggal tertentu dalam bulan Dzulhijjah ini, pelaksanaannya disunnahkan tepat pada waktunya:

  • Puasa Tarwiyah: 8 Dzulhijjah
  • Puasa Arafah: 9 Dzulhijjah (khusus bagi yang tidak sedang berhaji)

Jika terlewat, umumnya ulama berpendapat tidak ada “qadha” khusus untuk menggantinya di hari lain seperti puasa wajib Ramadan. Jadi, tidak dianggap sebagai puasa Tarwiyah atau Arafah bila dilakukan di tanggal lain.

Namun, kalau tetap ingin berpuasa di hari lain untuk mencari pahala sunnah, itu tetap baik dan berpahala sebagai puasa sunnah biasa, bukan sebagai pengganti penuh puasa Arafah/Tarwiyah.

Keutamaan puasa Arafah sendiri sangat besar. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa puasa Arafah diharapkan dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Baca juga: Keutamaan Puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah 1447 H/2026, Berikut Jadwalnya

Bolehkah Arafah Dikerjakan Tanpa Tarwiyah?

Secara hukum, berpuasa hanya pada hari Tarwiyah dan Arafah tanpa berpuasa pada hari-hari sebelumnya di bulan Dzulhijjah adalah boleh.

Tidak ada kewajiban untuk berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah secara berurutan atau menyeluruh.

Meskipun sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan puasa pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah karena keutamaan dan pahala yang besar, hal ini tidak mengikat secara fardhu (wajib).

Para ulama sepakat bahwa puasa pada hari-hari tertentu seperti Arafah memiliki keutamaan tersendiri yang bisa diamalkan secara terpisah dari puasa lainnya di bulan Dzulhijjah.

Dengan demikian, jika seseorang hanya ingin berpuasa pada hari Tarwiyah dan Arafah saja, hal tersebut tetap mendapat pahala dan tidak mengurangi keutamaan dari puasa tersebut.

Berpuasa pada hari Tarwiyah dan Arafah saja tanpa berpuasa pada hari-hari lainnya di bulan Dzulhijjah adalah boleh dan tetap mendapat pahala yang dijanjikan dalam hadits.

Meskipun begitu, berpuasa lebih banyak di bulan Dzulhijjah juga dianjurkan karena termasuk dalam hari-hari yang disukai Allah SWT untuk diperbanyak ibadah dan amal saleh.

Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah Zulhijah 1447 H: Bolehkah Arafah Dikerjakan Tanpa Tarwiyah?

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya, perbedaan utamanya hanya terletak pada niat. 

Masih merujuk pada sumber sebelumnya, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah."

Adapun niat puasa Arafah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'arafata sunnatan Lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah."

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved