Kamis, 23 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Pelajaran Berharga Setelah Lepas dari Ramadan

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Sudah Siapkah Kita Berpisah dengan Ramadan?

Tribunpriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jamaah saat mendengar khutbah Jumat di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jumat (21/2/2025). Berikut Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Sudah Siapkah Kita Berpisah dengan Ramadan? 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, perpisahan dengan bulan Ramadan adalah momen yang mengharukan sekaligus reflektif.

Pertanyaan "sudah siapkah kita?" merupakan ajakan untuk merenungkan kualitas ibadah yang telah dilakukan dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebaikan pasca-Ramadan.

Berbicara perihal Jumat lusa nanti, tepatnya di hari Jumat tanggal 20 Maret 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat lusa nanti, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber 20 Maret 2026 bertemakan "Sudah Siapkah Kita Berpisah dengan Ramadan?"

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Renungan di Sisa Jumat Terakhir Ramadan 2026

Khutbah 1

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Ramadan Bulan Istimewa untuk Berzakat

Kaum muslimin sidang jama’ah Jumat rahimakumullah

Kini kita berada pada hari Jumat terakhir di bulan Ramadan 1447 H. Baru saja rasanya Ramadan datang, dengan sangat cepatnya berlalu, entah kita yang akan ditinggalkannya atau kita yang meninggalkannya di saat ajal menjemput sebelum Ramadan pergi.

Ramadan adalah bulan yang Allah Jalla Jalaluhu sediakan sebagai bulan rahmat, bulan pengampunan, bulan penuh berkah, bulan pembebasan dari api neraka, bulan puasa, bulan al-Quran, bulan sedekah, bulan pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, bulan setan-setan dibelenggu, bulan kebaikan pahala dilipatgandakan, bulan perlombaan dalam ketaatan. Dengan keutamaan Ramadan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala khususkan dari bulan lainnya, sangat pantas dan seharusnya kita bersedih dan menangis akan waktu bersamanya yang tersisa sedikit lagi. Kita tidak tahu, apakah Ramadhan berikutnya tetap bisa kita berjumpa dengannya, atau inilah Ramadan terakhir kita. Tidak cukup dengan kesedihan, perlu untuk melakukan amalan yang lebih sungguh-sungguh lagi, dan doa yang lebih kuat lagi. Barang siapa pada awal-awal Ramadan merasa kurang semangat dan sedikit beramal, maka pada bagian akhir-akhir inilah perlu digaskan, dikobarkan, dinyalakan, dan dihidupkan semangat beramal. Karena amalan tergantung pada bagian akhirnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Hal Penting yang Dilakukan di Siang Ramadan

Jamaah Jumat yang berbahagia

Jika dulu kita berpuasa kadang masih marah-marah, kadang masih berbohong, gibah, berbicara kotor, melakukan kesia-siaan, maka di sisa-sisa Ramadan ini, mari sebisa mungkin perbaiki kualitas puasa kita, tahan semua itu agar menjadi amalan puasa terbaik kita. Jika dulu kita bermalas-malasan shalat 5 waktu, mengerjakan shalat-shalat sunnah, terutama tarawih yang hanya ada pada bulan Ramadan, maka di bagian tersisa Ramadan ini mari kita menjaga shalat-shalat kita, baik yang wajib maupun yang sunnah, jangan lagi sampai masbuk, atau bahkan ketiduran hingga shalat sangat terlambat. Jika dulu kita membaca al-Quran hanya sedikit, dan bersedekah hanya secuil, berbuat kebaikan lainnya hanya sekedar dan ala kadarnya, maka pada akhir-akhir Ramadan ini, mari untuk lebih memperbanyak lagi kuantitasnya dan memperbaiki kualitasnya.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Ramadan 1447 H/13 Maret 2026: Malam Terakhir Ramadan

Kaum muslimin jamaah Jumat rahimakumullah

Kita ketahui bersama bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan itu berada pada salah satu malam di 10 malam terakhir Ramadan. Telah lewat beberapa malam, kita tidak tahu apakah malam mulia itu telah selesai atau masih ada kemungkinan di malam dari malam-malam tersisa. Maka mari kita akhiri Ramadan dari seluruh harinya dan malamnya yang tersisa dengan betul-betul menghidupkannya dengan amalan terbaik kita, dan niat terbaik kita ikhlas semata-mata karena Allah.

Ramadan dengan segala fasilitas pengampunan di dalamnya:  Puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya telah lalu Shalat tarawih karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya telah lalu Qiyam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya telah lalu Dan amalan lainnya yang mendatangkan ampunan Allah Azza wa Jalla, namun seseorang jika tidak memanfaatkannya, maka suatu kecelakaan besar dan dahsyat di saat Ramadan pergi sedangkan tidak diampuni oleh Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Artinya: “Celakalah seseorang yang mana bulan Ramadan datang menemuinya kemudian berpisah sedang ia belum mendapatkan ampunan.” (H.R. At-Tirmidzi 3545, Hasan al-Albani)

Dalam lathaiful ma’arif disebutkan,

 مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي رَمَضَانَ فَلَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِيْمَا سِوَاهُ

Artinya: “Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya.” (Latha-if Al-Ma’arif, hal. 297)

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Ramadan 1447 H/13 Maret 2026: Keutamaan Mencari Nafkah di Bulan Ramadan

Mari kita simak rangkaian kata-kata perpisahan dan pelepasan dengan Ramadan yang sangat menyentuh hati dan membuat mata berkaca-kaca

عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إلا القليل

Wahai para hamba Allah, sungguh bulan Ramadan telah bersiap-siap untuk berangkat, tidak ada lagi yang tersisa kecuali saat-saat yang singkat.

 

فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى والعمل بالختام

Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama ini, hendaklah ia menyempurnakannya. Barangsiapa yang malah sebaliknya, hendaklah ia memperbaikinya dalam waktu yang masih tersisa, karena amalan itu dinilai dari akhirnya.

 

فاستغنموا منه ما بقي من الليالي اليسيرة والأيام واستودعوه عملا صالحا يشهد لكم به عند الملك العلام وودعوه عند فراقه بأزكى تحية وسلام

Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadan yang masih tersisa, serta titipkanlah amalan shalih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan Sang Penguasa Hari Pembalasan. Lepaskanlah kepergiannya  (bulan Ramadhan) dengan ucapan salam yang terbaik. (Lathai al-Ma’arif hal. 216)

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Ramadan 1447 H/13 Maret 2026: 3 Amalan di Akhir Ramadan

Jama’ah Jumat yang berbahagia

Dikesempatan yang sama kami mengingatkan untuk membayar zakat fitrah karena itu merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat Islam, sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Mari memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita taufiq dalam beramal terbaik di sisa-sisa terakhir Ramadan. Semoga kita dipertemukan kembali pada Ramadan tahun berikutnya. Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita semua, dan menerima amalan shalih kita. Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَ ٰ⁠حِدَةࣲ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالࣰا كَثِیرࣰا وَنِسَاۤءࣰۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِی تَسَاۤءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَیۡكُمۡ رَقِیبࣰا أَمَّا بَعْدُ

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Puasa sebagai Sistem Perlindungan Diri

Khutbah 2

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved