Puasa Qadha Ramadan
Batas Waktu Bayar Utang Puasa Ramadan Menurut Ustadz Abdul Somad
Berikut Ini Dia Penjelasan Perihal Batas Waktu Bayar Utang Puasa Ramadan Menurut Ustadz Abdul Somad
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, tak terasa ya jika puasa 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah akan tinggal menghitung hari saja.
Penting rasanya, bagi muslim yang masih punya utang puasa untuk sebisa mungkin membayar sebelum Ramdhan selanjutnya tiba.
Pasalnya, utang Puasa mejadi wajib hukumnya untuk dibayar atau diganti di lain hari selain dalam Bulan Ramadan.
Hal ini sesuai dengan perintah berpuasa tercatat dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Baca juga: Bansos BPNT dan PKH 2026 OTW ke ATM Sebelum Puasa, Segini Besarannya untuk Warga Pangandaran
Namun, yang harus selalu diingat jika khusus untuk kamu yang puasa di tahun sebelumnya memiliki beberapa hari yang mengharuskan kamu untuk tidak berpuasa, wajib untuk mengqadhanya
Qadha puasa Ramadhan dapat dilakukan kapan saja, dan baiknya disegerakan karena khawatir lupa
Untuk itu, bagi muslim yang masih punya utang puasa, maka di beberapa bulan sebelum puasa Ramadan 2026 bisa membayar dulu utang puasa itu dengan mengqadhanya.
Lantas kapan batas akhir bayar utang Puasa Ramadan sebelum masuk Ramadan baru?
Baca juga: Prediksi Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026 dan Jadwal Libur Sekolah
Batas Waktu Bayar Utang Puasa
Menurut ajaran Islam, seorang muslim yang melewatkan puasa Ramadan, harus menebusnya sebelum dimulainya Ramadan berikutnya, yang berarti Anda memiliki waktu hingga hari terakhir bulan Sya'ban untuk menebusnya.
Jika ia belum membayar utang puasa hingga masuk awal Ramadan 2025, maka kamu harus membayarnya setelah Ramadan berakhir.
Namun, ada konsekuensi tambahan yakni kewajiban membayar fidyah.
Baca juga: KPM di Sumedang Berpeluang Dapat 2 Bansos Sekaligus Sebelum Puasa, Cek Kriteria dan Statusnya
Fidyah ini berupa memberikan makanan kepada fakir miskin sebanyak tiga kali sehari untuk setiap hari puasa yang belum diganti.
Mengutip penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam Cahanel Youtube, menekankan bahwa batas akhir untuk berpuasa adalah sebelum dimulainya bulan Ramadan di tahun berikutnya.
“Batasnya kapan? Sampai Ramadan tahun ini,” ujar UAS.
Namun UAS menekankan, jika waktu terbaik mengganti puasa Ramadan di bulan Sya'ban, terutama pada hari Senin.
Sebab dalam waktu tersebut juga sekaligus berusaha untuk memperoleh ganjaran lainnya, seperti mendapatkan pahala puasa sunnah Sya'ban, dan Mendapatkan pahala puasa sunnah Senin.
Baca juga: Jadwal Libur Sekolah untuk Sahur Pertama Puasa Ramadhan 2026 Wilayah Priangan
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Niat qadha puasa Ramadhan mulai dilafalkan malam hari sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Berikut lafal niatnya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".
Baca juga: Niat Puasa Syaban 1447 Hijriyah, Persiapan Jelang Ramadhan
Tata Cara Puasa Qadha Ramadan
Berikut ini dia tata cara melaksanakan puasa qadha Ramadan:
1. Baca Niat
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".
2. Makan Sahur
Makan sahur lebih utama menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.
3. Melaksanakan Puasa
Selama berpuasa harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan, minum, nafsu, dan amarah.
Baca juga: Besok Masuk 1 Syaban 1447 H, Segera Selesaikan Utang Puasa Ramadhan Tahun Lalu, Begini Niatnya
Bacaan Doa Buka Puasa Qadha Ramadan
Berikut dua versi doa saat buka puasa.
1). Doa buka puasa Rasulullah SAW dari Sahabat Mu’adz bin Zuhrah yang diriwayatkan Abu Daud.
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.” (HR. Abu Daud)
2). Doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa dari Abdullah bin ‘Umar yang diriwayatkan Abu Daud.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.” (HR. Abu Daud).
Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Puasa-Ramadhan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.