Selasa, 28 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025: Murkah Allah pada Insan yang Melenceng

Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025/4 Rabiul Akhir 1447 H: Murkah Allah pada Insan yang Ucapannya Melenceng dari Perbuatan

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunNews.com
Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025/4 Rabiul Akhir 1447 H: Murkah Allah pada Insan yang Ucapannya Melenceng dari Perbuatan 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Tribuners, salah satu rukun pada hari Jumat adalah penyamapaian Khutbah oleh sang khatib.

Islam menganjurkan supaya khutbah tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak bosan. 

Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.

عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)

Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)

Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat, namun kali ini TribunPriangan.com ingin mengulas satu tema dengan judul Allah Murka kepada Orang yang Ucapannya Melenceng dari Perbuatan.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 26 September 2025: Jangan Berputus Asa, Rezeki Banyak Macamnya

Khutbah 1

الْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانَ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْه. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةًۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاࣖ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah swt, Tuhan semesta alam, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di masjid yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Mengawali khutbah Jumat ini, khatib menyampaikan wasiat kepada seluruh jamaah wabil khusus kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa menguatkan ketakwaan kepada Allah swt. Hal ini diwujudkan dengan sekuat hati dan tenaga untuk menjalankan perintah-perintah Allah swt dan menjauhi larangan-larangan yang telah ditentukan oleh-Nya. Takwalah yang akan menjadi bekal paling baik dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025/4 Rabiul Akhir 1447 H: Larangan Pamer dan Bangga dengan Dosa

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Menjadi keharusan bagi kita makhluk Allah swt untuk mengungkapkan rasa syukur atas karunia nikmat yang tak bisa dihitung satu persatu dalam kehidupan ini. Jangan sampai kita menjadi makhluk paling sempurna di muka bumi tapi tidak pandai bersyukur yang pada akhirnya menjadikan nikmat ini diganti dengan siksa dan kepedihan. Allah telah mengingatkan bahwa manusia yang pintar bersyukur akan ditambah nikmatnya dan siapa yang kufur akan mendapatkan siksa yang pedih.

Wujud syukur ini bisa kita wujudkan dengan terus menguatkan ketakwaan kepada Allah, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Di antara perintah Allah yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah berkata jujur dan meninggalkan prilaku suka berbohong. Kita harus berusaha menjadi pribadi yang memiliki komitmen dan kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an Surat As-Shaf ayat 3:

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

Artinya: “Sangat besarlah kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Dalam ayat ini, Allah memperingatkan bahwa sangat besar dosanya orang mengatakan sesuatu, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya. Hal ini berlaku, baik dalam pandangan Allah maupun dalam pandangan sesama manusia.

Jika mulut kita mengucapkan iya, maka sudah seharusnya kita melaksanakannya. Sebaliknya jika mulut kita berkata tidak, maka sekuat mungkin kita menghindarinya dan tidak melakukannya. Menyelaraskan apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan harus kita perkuat sebagai wujud komitmen menepati komitmen atau janji.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 26 September 2025: Jangan Berputus Asa, Rezeki Banyak Macamnya

Menepati janji sendiri merupakan perwujudan iman yang kuat. Budi pekerti yang agung dan sikap yang berperikemanusiaan pada seseorang, menimbulkan kepercayaan dan penghormatan orang-orang di sekitar kita. Sebaliknya, perbuatan menyalahi janji merupakan tanda iman yang lemah. Tingkah laku yang jelek dan sikap yang tidak berperikemanusiaan, akan menimbulkan saling mencurigai dan dendam dalam kehidupan bersama.

Oleh karena itulah, agama Islam sangat mencela orang yang suka berdusta dan menyalahi janjinya. Agar sifat tercela itu tidak dipunyai oleh orang-orang beriman, alangkah baiknya jika menepati janji dan berkata benar itu dijadikan tujuan pendidikan yang utama yang diajarkan kepada anak-anak. Di samping beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan melatih diri mengerjakan berbagai bentuk ibadah yang diwajibkan.

Rasulullah telah berpesan dalam hadits dari Abdullâh bin Mas’ûd:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا

Artinya: “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur."

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Artinya: "Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’” (HR. Ahmad)

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Sikap tidak konsisten dalam ucapan dan perbuatan, suka ingkar janji, dan tidak amanah juga mengarah kepada sifat orang-orang munafik. Rasulullah menyebut tiga ciri orang munafik yang ditegaskan dalam haditsnya:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Artinya: "Tanda-tanda munafik ada tiga; jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat dia khianat". (HR Bukhari).

Mari kita introspeksi diri dengan mengingat-ingat 3 sikap yang menjadi ciri orang munafik. Apakah sikap-sikap itu ada dalam diri kita. Apakah kita termasuk konsisten dalam ucapan dan tindakan? atau kita malah mengingkari apa yang kita ucapkan? Apakah kita mengatakan semua sesuai kenyataan atau kita menutup-nutupinya? Apakah kita mengatakan tidak, namun faktanya kita malah melakukannya?

Dunia modern yang mengarah kepada pemikiran dan sikap materialistis saat ini mudah dijangkiti prinsip-prinsip formalitas atau yang sering disebut lip service (hanya di bibir saja). Semboyan yang digaungkan tidak sesuai dengan kenyataan. Apa yang diucapkan berbeda dengan apa yang dilakukan. Mengajak orang untuk anti pada tindakan negatif, namun praktiknya malah senang melakukannya. Mendorong untuk bersikap positif namun pada praktiknya tidak pernah melakukannya. Naudzubillah min dzalik.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 19 September 2025: Islam Melarang Umatnya Meremehkan Dosa Sekalipun Kecil

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Allah swt tidak menyukai orang-orang munafik dengan memberi balasan siksa di neraka sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat An-Nisa' ayat 145:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ

Oleh karena itu, melalui mimbar khutbah Jumat kali ini, mari kita sama-sama bermuhasabah, melakukan introspeksi diri dan kemudian menguatkan komitmen untuk menjauhi prilaku ucapan yang berbeda dengan tindakan. Kebiasaan untuk bersikap konsisten dan istiqamah dalam kebaikan pasti akan banyak tantangannya dan tidak bisa kita lakukan dalam waktu yang sebentar. Semua butuh proses dengan berbagai dinamika yang akan kita hadapi. Namun Allah yang akan menjaga kita. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: “Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Hud:112)

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Semoga kita diberikan hidayah oleh Allah swt untuk senantiasa berada pada kejujuran dan jauh dari kemunafikan. Amin

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ آمِينَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved