Kamis, 30 April 2026

Gerhana Bulan Total

Jadwal Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025

Berikut Jadwal dan Lokasi Puncak Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 di Seluruh Wilayah Indonesia

Tayang:
Kompas.com
GERHANA BULAN TOTAL - Jadwal dan Lokasi Puncak Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 di Seluruh Wilayah Indonesia 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, kini tengah ramai di media sosial hingga jadi perbincangan publik terkait Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada bulan September 2025 ini.

Fenomena Gerhana Bulan Total, atau populernya disebut Blood Moon, akan kembali menghiasi langit Indonesia pada 7-8 September 2025. 

Sebagai informasi, jika gerhana adalah peristiwa terhalangnya cahaya dari suatu sumber oleh benda lain. Contohnya, gerhana matahari terjadi saat cahaya matahari terhalang oleh bulan, sedangkan gerhana bulan terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bumi.

Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon), namun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan. 

Hal ini disebabkan bidang orbit bulan dalam mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi dalam mengitari matahari, namun bidang orbit bulan berbuntuk miring dengan besar sudut sekitar 5 derajat.

Seandainya bidang orbit Bulan sama dengan bidang orbit bumi, maka bisa dipastikan di setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan.

Lantas, kapan jadwal dan lokasi mana saja yang dapat melihat Gerhana Bulan Total atau Blood Moon ini? 

Baca juga: Gerhana Bulan Total September 2025, Ini Jadwal dan Tata Cara Sholat Lengkap Doanya

Kapan Puncak Fenomena Blood Moon Terjadi?

Tribuners, secara rinci jika gerhana bulan ini mulai terjadi Minggu, 7 September pukul 23.27 Wib, hal ini ditandai bersentuhan bayangan hitam dengan piringan bulan. 

Puncak gerhana terjadi pada Senin 8 September pukul 01.11 Wib yang ditandai dengan seluruh permukaan bulan terlihat hitam kemerahan. 

Akhir gerhana Senin 8 September pukul 02.56 Wib yang ditandai terlepasnya bayangan hitam dari piringan bulan. 

Baca juga: Gerhana Bulan Total Ada Lagi September 2025, Catat Jadwal dan Tata Cara Salat Lengkap Doanya

Wilayah Mana Saja yang Dapat Menyaksikan?

Menurut BMKG, seluruh wilayah di Indonesia dapat mengamati fenomena Gerhana Bulan Total ini. Namun, waktu pengamatan berbeda-beda tergantung zona waktu masing-masing. 

Di wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB), puncak gerhana akan terlihat sekitar pukul 01.30 WIB. 

Sementara itu, di wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA), puncaknya akan terlihat pada pukul 02.30 WITA. 

Untuk wilayah Waktu Indonesia Timur (WIT), fenomena ini akan terlihat pada pukul 03.30 WIT.

Pengamat dapat menyesuaikan waktu pengamatan dengan zona waktu tempat berada agar tidak ketinggalan momen langka ini. Langit yang cerah dan bebas polusi cahaya akan memberikan pengalaman pengamatan yang terbaik.

Baca juga: Gerhana Matahari 2 Agustus Jadi Gerhana Terlama, Ternyata Bukan 2025, Ini Penjelasan BMKG

Mengapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon?

Nah Tribuners, tentunya banyak sekali masyarakat yang bertanya kenapa Gerhana Bulan Total disebut dengan Blood Moon.

Ternyata, fenomena gerhana bulan total sering dijuluki "Blood Moon" atau "Bulan Darah" karena warnanya yang berubah menjadi merah pekat atau oranye saat mencapai puncaknya. 

Perubahan warna ini adalah hasil dari efek optik yang menarik. Menurut situs Time and Date, ketika gerhana bulan total terjadi, Bulan sepenuhnya memasuki bayangan gelap Bumi, dan seharusnya menjadi gelap. 

Baca juga: Gerhana Bulan Total Bakal Terjadi Besok, Simak Fase Terjadinya dan Wilayah Indonesia yang Dilewati

Namun, sebagian kecil cahaya Matahari masih bisa sampai ke permukaan Bulan.

Seperti mengutip dari NASA Space Place, bulan tidak menghilang sepenuhnya karena cahaya matahari disaring dan dibelokkan oleh atmosfer Bumi. 

Atmosfer kita bertindak seperti prisma raksasa yang menyaring sebagian besar spektrum cahaya. 

Baca juga: VIRAL, Gerhana Matahari Total Disaksikan Warga Amerika, Begini Kondisi Gelap Gulita saat Siang Hari

Gelombang cahaya pendek, seperti biru dan ungu, tersebar di atmosfer, sementara gelombang cahaya yang lebih panjang seperti merah dan oranye akan menembus atmosfer dan dibiaskan atau dibelokkan ke arah bulan. 

Sinar merah inilah yang kemudian menyinari permukaan Bulan, membuatnya tampak seperti darah. 

Efek ini sering disebut sebagai hamburan Rayleigh, yang pada dasarnya seolah-olah memproyeksikan seluruh matahari terbit dan terbenam dari Bumi ke permukaan Bulan. (*)

 

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved