Rantis Brimob Lindas Driver Ojol

Hampir 1 T, Warganet Kembali Soroti Harga Rantis yang Lindas Ojol Affan:"Dibeli dari Pajak Rakyat"

Mobil rantis Brimob yang melindas driver ojek online diduga adalah tipe rantis Rimueng, berbobot 11–12 ton

|
Kolase TribunPriangan.com
BRIMOB LINDAS OJOL - Hampir 1 T, Warganet Kembali Soroti Harga Rantis yang Lindas Ojol Affan:"Dibeli dari Pajak Rakyat" 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Peristiwa tragis driver ojek online (Ojol), Affan Kurniawan meninggal dunia setelah dilindas  kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam, layaknya bom waktu.

Pasalnya, aksi demo memakan korban ini berseliweran di media sosial kurang dari 24 jam.

Media sosial warganet dipenuhi dengan sorotan tajam kepada aparat kepolisian, terutama beberapa oknum yang dengan sengaja menabrak bahkan melindas korban.

Hal ini memicu protes dan kritikan serta pengungkapan kembali unit yang digunakan dalam insiden tersebut.

Dalam video yang beredar, rantis Brimob itu melaju kencang di tengah kerumunan massa yang berunjuk rasa. 

Rantis Brimob sempat berhenti sejenak namun kemudian memilih melaju dan melindas pengemudi ojol berjaket hijau tersebut.

Baca juga: Tampang 7 Anggota Brimob Pelindas Driver Ojol Affan Saat Jalani Pemeriksaan di Ruangan Propam Polri

Dari video amatir singkat yang terekam warga yang diketahui adalah seorang wanita tersebut, meperlihatkan dengan jelas jenis dari kendaraan pertahanan tersebut.

Mobil rantis Brimob yang melindas driver ojek online itu diduga adalah tipe rantis Rimueng.

Dikutip dari akun Instagram Humas Korps Brimob, kendaraan ini mampu mengangkut 4 orang di dalam, dan 8 orang yang berdiri di footstep kanan dan kiri bagian luar.

Sekedar info, Mobil rantis Brimob tipe Rimueng adalah salah satu kendaraan taktis lapis baja buatan dalam negeri yang dirancang oleh PT Pindad khusus untuk kebutuhan operasi Polri, terutama satuan Brimob.

Dirancang sebagai APC (Armoured Personnel Carrier) untuk mengangkut pasukan, Rimueng memiliki Panjang sekitar 6,5 meter, Lebar kurang lebih 2,4 meter, dan Tinggi mendekati 2,8 meter.

Baca juga: Aksi Solidaritas di Bandung untuk Ojol yang Dilindas Brimob Rusuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata 

Bobot tempur bisa mencapai 11–12 ton, tergantung konfigurasi perlengkapan dan lapisan baja yang dipasang.

Dengan ukuran ini, Rimueng mampu membawa 10–12 personel Brimob bersenjata lengkap, termasuk pengemudi dan komandan kendaraan. 

Ukurannya lebih pendek dan lebih rendah dibandingkan Barracuda (yang cenderung mirip truk lapis baja besar), tetapi lebih besar dan lebih berat dibandingkan Maung Pindad yang berbasis jip taktis.

Mobil ini ditenagai mesin 3.200 cc. Diklaim, rantis ini bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam di jalan perkotaan. 

Rantis Rimueng dibekali mounting gun jenis senapan serbu dan 2 volcano gas air mata kaliber 38 mm. Penembak gas air mata itu dapat memuat 15 peluru gas air mata. 

Baca juga: Aksi Solidaritas di Bandung untuk Ojol yang Dilindas Brimob Rusuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata 

Gas air mata dapat ditembakkan secara otomatis sebanyak 15 peluru atau sistem manual dengan sekali tembak 5 peluru. Rantis ini dapat bergerak di medan ekstrem. Tanjakan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat dapat ditaklukkan.

Nama Rimueng sendiri berasal dari bahasa Aceh yang berarti harimau, melambangkan kekuatan, ketangkasan, dan daya tahan. 

Kehadirannya pertama kali dipamerkan sekitar tahun 2008, dan sejak itu digunakan oleh Brimob dalam berbagai operasi pengamanan termasuk penanggulangan terorisme, kerusuhan, hingga misi penyelamatan.

Adapun, disebut Kendaraan taktis Brimob Rantis (kendaraan taktis) karena fungsinya yang didesain khusus untuk operasi kepolisian dengan tingkat risiko tinggi, sehingga harganya secara signifikan lebih tinggi daripada kendaraan sipil biasa.

Warganet: "Kendaraan Rantis dibeli Pakai Pajak Kita, Malah untuk Nginjek Kawan Kita"

BRIMOB LINDAS OJOL - Hampir 1 T, Warganet Kembali Soroti Harga Barracuda yang Lindas Ojol Affan:
BRIMOB LINDAS OJOL - Hampir 1 T, Warganet Kembali Soroti Harga Barracuda yang Lindas Ojol Affan: "Dibeli dari Pajak Rakyat". (Kolase TribunPriangan.com) (Kolase TribunPriangan.com)

Publik pun ramai-ramai mengecam perbuatan aparat kepolisian di Media Sosial, Publik pun ramai membicarakan harga mobil taktis yang digunakan Brimob dalam peristiwa tersebut.

Beberapa di antara mereka bahkan mengungkap kekecewaan karena mobil tersebut dibeli dari pajak rakyat namun digunakan untuk mencelakakan rakyat.

"Kendaraan Rantis yang dibeli oleh pajak kita untuk menginjak kawan kita sampai meninggal, harganya hampir Rp1 triliun," tulis sebuah unggahan yang beredar di Media Sosial.

Unggahan tersebut turut menampilkan data dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dimana Polri memiliki setidaknya tujuh unit kendaraan taktis dengan harga fantastis. Nilainya berkisar antara Rp 149,9 miliar hingga yang termahal Rp 203,9 miliar per unit. Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan hampir menyentuh Rp 1 triliun.

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved