Elang Jawa Bernama Kalina Dilepasliarkan Setelah Mendapat Perawatan
Elang Jawa Bernama Kalina Dilepasliarkan Setelah Mendapat Perawatan dan siap kembali ke habitatnya
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Elang Jawa bernama Kalina dilepasliarkan hari ini setelah mendapat perawatan.
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu dari 5 Taman Nasional tertua di Indonesia, memiliki luas kawasan 24.278,84 ha, secara administratif kawasannya berada di 3 wilayah Kabupaten yaitu : Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor.
TNGGP merupakan kawasan yang memiliki potensi sumber daya air dan keanekaragaman hayati sangat tinggi, ditutupi oleh vegetasi hutan hujan pegunungan tropis yang relatif masih utuh dan berperan dalam hal pengendalian dan pelestarian limpahan air melalui infiltrasi serta perkolasi yang memperbesar aliran air bawah tanah.
Fungsi ini sangat penting mengingat dari hutan TNGGP mengalir tidak kurang dari 60 sungai dan anak sungai yang menuju Bogor, Cianjur dan Sukabumi serta Jakarta, Bekasi dan Tangerang yang merupakan wilayah padat penduduk dan daerah industri strategis.
TNGGP memiliki potensi flora maupun fauna yang beragam diantaranya 3 (tiga) satwa prioritas (flagship species) yaitu Macan Tutul Jawa, Owa Jawa, dan Elang Jawa. Keberadaan Elang Jawa sendiri tidak asing, mengingat sejarah penemuan satwa yang identik dengan Burung Garuda itu sendiri berada di TNGGP, khususnya di wilayah Pasir Datar, dan yang mengidentifikasi pertama kali adalah Tuan M.E.G. Bartels, seorang ornitolog berkebangsaan Jerman, dimana pada saat yang membanggakan dalam acara pelepasliaran satwa ini, keluarga besar dari Tuan Bartels bisa ikut hadir.
Lokasi release saat ini merupakan salah satu Resort Pengelolaan Taman Nasional di TNGGP, yaitu Resort PTN Cimungkad, ditetapkan sebaga site monitoring Elang Jawa berdasarkan SK Nomor: 126/IV-11/BT-5/2015. Berdasarkan SK tersebut, monitoring populasi Elang Jawa di Bidang PTN Sukabumi difokuskan di Resort Cimungkad denga metode Concentration Count dan Nest Protection.
“Keberadaan Elang Jawa di TNGGP cukup terjaga, di site monitoring sendiri terdapat 8 individu Elang Jawa. Hal ini membuktikan bahwa hutan TNGGP cukup terjaga sehingga, Elang Jawa dapat hidup dan berkembang biak dengan baik” ucap Sapto Aji Prabowo, Kepala Balai Besar TNGGP.
Berdasarkan sejarah yang kuat terbentuklah inisiatif pembangunan Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa (PPKEJ) di Resort PTN Cimungkad pada Tahun 2020. Selain museum dan visitor center, terdapat juga kandang rehabilitasi untuk satwa Elang khususnya. dan Kalina merupakan “penghuni pertama” yang akan dilepasliarkan hari ini.
Sedikit bercerita tentang satwa yang akan dilepasliarkaan kali ini, tepatnya 14 Maret 2022, PPKEJ Cimungkad BBTNGGP mendapat penyerahan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) bernama Kalina, jenis kelamin betina, usia dewasa dari BBKSDA Jawa Barat untuk dilakukan proses rehabilitasi. Selanjutnya rehabilitasi dilakukan selama + 21 Bulan dengan menggunakan tenaga keeper internal taman nasional bekerjasama dengan Pusat Penyelamatan Satwa Elang Jawa (PPSEJ) Loji - Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Hingga akhirnya tim kesehatan bersama PPSEJ-Loji - (TNGHS) tanggal 14-15 Desember 2023 melaksanakan pemeriksaan kesehatan, penilaian perilaku dan survei lokasi release dengan hasil “sudah siap release”.
Butuh proses yang cukup panjang sehingga akhirnya Kalina dinyatakan dapat dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Harapan kami, semoga tidak ada Kalina-Kalina lainnya yang harus menghuni kandang rehabilitasi baik di tempat ini maupun tempat lain. Tempat mereka bukan di kandang, tapi di alam bebas. “Bukan sebuah perjuangan yang mudah bagi rekan-rekan pengelola di Resort Cimungkad untuk dapat “meliarkan” kembali Kalina” tambah beliau.
Semoga Kalina dapat berkembang biak, dan menambah jumlah populasi Elang Jawa, tidak hanya di TNGGP tapi di Pulau Jawa. Sehingga keberadaan Elang Jawa tetap terjaga kelestariannya.(*)
| Hendi Mulyana Resmi Nakhodai DPD PAN Cianjur, Siap Perkuat Soliditas dan Ekspansi Partai |
|
|---|
| PDI Perjuangan Cianjur Gelar Refleksi Ramadan 1447 H, Diisi Kultum, Tadarus hingga Khotmil Alquran |
|
|---|
| Universitas Suryakencana dan Yayasan Unsur Gotong-royong Santuni 400 Anak Yatim |
|
|---|
| Kronologi Mencuri Labu Siam Untuk Buka Puasa yang Menewaskan Warga Cianjur |
|
|---|
| Takziah ke Korban Tewas Diduga Gara-gara 2 Labu Siam, Wakil Ketua DPRD Cianjur Soroti Kemiskinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Elang-Jawa-Bernama-Kalina.jpg)