Rabu, 20 Mei 2026

Warga Sukamenak Tasikmalaya Terpaksa Bersihkan Longsor Secara Manual

Warga Kampung Sirnagalih gotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan alternatif penghubung Kecamatan

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
BERSIHKAN LONGSOR - Warga Desa Sukamenak Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya tengah gotong royong bersihkan material longsor yang menutup jalan penghubung dua Kecamatan, Selasa (24/2/2026). Akses ini belum bisa dilintasi roda dua. 
Ringkasan Berita:* Warga Kampung Sirnagalih gotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan alternatif penghubung Kecamatan Sukarame dan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (24/2/2026)

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Warga Kampung Sirnagalih gotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan alternatif penghubung Kecamatan Sukarame dan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (24/2/2026).

Longsor terjadi pada Minggu (22/2/2026) akibat diguyur hujan dari Sabtu (21/2/2026) sore hingga Minggu (22/2/2026) dinihari hingga menyebabkan longsor dan menutup akses jalan.

Hingga hari ketiga akses tersebut belum bisa dilintasi roda dua, dan hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.

Meskipun bisa dilewati pejalan kaki, tapi material longsor belum semua dievakuasi semuanya, karena ketinggian tebing 30 meter dengan panjang 35 meter.

Bahkan akses yang kecil membuat kesulitan bagi kendaraan alat berat tak bisa masuk, dan terpaksa pembersihan dilakukan secara manual.

Baca juga: Longsor Masih Tutup Akses Alternatif Dua Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya

Warga pun bergotong royong membersihkan material longsor dengan cara manual menggunakan alat cangkul dan golok untuk memangkas ranting.

Kades Sukamenak, Kecamatan Sukarame Sukarna mengatakan, longsor ini menghubungkan dua kecamatan dan sampai sekarang belum bisa dilintasi kendaraan roda dua.

"Kami sudah berupaya sejak hari minggu ada BPBD dan Tagana untuk melakukan pembersihan. Makanya hari ini bisa diakses pejalan kaki mempermudah mobilitas warga," ungkap Sukarna.

Menurutnya dengan tertutupnya jalan tentunya sangat berdampak pada perekonomian masyarakat di dua Kecamatan.

"Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan, cuman posisi bulan Ramadan mungkin hanya beberapa orang yang melaksanakan gotong royong hari ini," ucap Sukarna.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved