Jumat, 29 Mei 2026

Bupati Tasikmalaya Lakukan Pemerataan Pendidikan Lewat Program Sadesa

Pemkab Tasikmalaya melakukan terobosan dalam pemerataan pendidikan melalui program unggulan Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa)

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
BERI CENDERAMATA - Bupati didampingi Wakil Bupati Tasikmalaya memberikan cenderamata ke perwakilan kampus Unsil dan Poltekes Tasikmalaya di lapangan Setda Pemkab Tasikmalaya, Selasa (3/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Tasikmalaya luncurkan program Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa).
  • Sadesa targetkan 351 desa, didukung MoU lima perguruan tinggi.
  • Program prioritas RPJMD untuk pemerataan pendidikan dan SDM desa.

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melakukan terobosan dalam pemerataan pendidikan melalui program unggulan Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa) yang diluncurkan saat apel pasukan, di Lapangan Setda, Selasa (3/2/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memfasilitasi putra-putri daerah di 351 desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Adapun universitas yang sudah melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya seperti Poltekes Tasikmalaya, UPI, Unsil, IPB dan UNPAD.

Program ini dibuat oleh bupati dan wakil bupati Tasikmalaya yang merupakan program prioritas dan sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya yang masuk 13 program prioritas. 

“Program Sadesa ini menjadi prioritas Pemkab Tasikmalaya yang wajib disukseskan oleh seluruh stakeholder dan lintas sektor yang ada di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, usai memimpin apel di Setda Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: 14 Pejabat Baru Resmi Dilantik Bupati Tasikmalaya, 2 Berasal dari Luar Daerah

Ia menjelaskan, program Sadesa ini sudah menjadi Peraturan Daerah (Perda) dan telah disahkan oleh DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

“Dalam implementasinya tentu tidak bisa sendiri, butuh kolaborasi dengan semua stakeholder termasuk pendidikan perguruan tinggi,” ucap Cecep. 

Cecep menambahkan, sudah banyak tawaran dari berbagai perguruan tinggi untuk program Sadesa ini dan ada lima perguruan tinggi yang sudah MoU.

SAPA PELAJAR - Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya ketika menyapa para siswa soal program satu desa satu sarjana usai menghadiri apel pasukan di lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (3/2/2026).
SAPA PELAJAR - Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya ketika menyapa para siswa soal program satu desa satu sarjana usai menghadiri apel pasukan di lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (3/2/2026). (TribunPriangan.com/Jaenal Abidin)

“Seperti Unsil, UPI, Poltekkes termasuk ada perguruan tinggi yang ada di luar Tasikmalaya yaitu IPB dan UNPAD yang tahun 2026 ini tengah tahapan penerimaan mahasiswa baru,” jelasnya.

Cecep berharap, program ini dapat menciptakan agen perubahan lokal yang akan kembali mengabdi untuk mendorong kemandirian ekonomi, inovasi, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. 

"Kita ingin melakukan pemerataan pendidikan dengan program Sadesa ini, sebagai pembangunan desa yang berkelanjutan," ungkap Cecep. (*)

 

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved