Minggu, 12 April 2026

Tradisi Unik Munggahan Saweran Sambut Ramadan di Kampung Haur Kuning Garut

Warga Kampung Haur Kuning, Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat punya cara unik dalam menyambut Bulan Suci

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Sidqi Al Ghifari
TRADISI MUNGGAHAN - Warga Kampung Haur Kuning RW 04, Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar tradisi botram dan saweran dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:* Warga Kampung Haur Kuning, Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat punya cara unik dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan atau munggahan

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari 


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Warga Kampung Haur Kuning, Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat punya cara unik dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan atau munggahan.

Yakni dengan tradisi saweran dan botram atau makan bersama sebagai bentuk syukur bisa dipertemukan kembali dengan bulan suci.

Sejak pagi buta, warga mulai dari bapak-bapak, emak-emak hingga pemuda dan pemudi berkumpul di halaman kampung dan sepanjang jalan lingkungan.

Mereka memulai rangkaian kegiatan dengan aksi bersih-bersih jalan perkampungan, pekarangan rumah hingga area sekitar masjid sebagai tanda kesiapan menyambut bulan suci.

Setiap warga memiliki tugas masing-masing, anak-anak dan remaja fokus membersihkan debu-debu di masjid, sedangkan para orangtua fokus di jalanan.

Di antara mereka juga menyiapkan masakan untuk nantinya disantap berbarengan usai melakukan aksi bersih-bersih.

Ketua RW 04 Haur Kuning, Roni, mengatakan tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai warisan turun-temurun.

Ia menilai, di tengah kesibukan masing-masing, kebersamaan secara langsung seperti ini menjadi momen berharga untuk tetap saling merekatkan hidup gotong royong di kampung.

"Tujuannya ini untuk membersihkan sebelum kita melaksanakan ibadah puasa. Kita itu harus membersihkan dulu lahir dan batin dengan acara seperti begini," ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menuturkan, usai membersihkan lingkungan dan masjid, warga kemudian menikmati hidangan nasi liwet lengkap dengan lauk ayam, ikan, tahu, tempe, serta aneka sayuran.

Santapan tersebut digelar memanjang di atas daun pisang yang dibentangkan di jalan kampung, sementara warga duduk berjejer menyantapnya.

"Tradisi yang digelar setiap tahun ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat silaturahmi memperkokoh gotong royong," ungkapnya.

Menjelang petang, rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi saweran yang dipimpin oleh Tatang, tokoh masyarakat sekaligus dermawan Kampung Haur Kuning.

Saweran dimulai saat emak-emak menceburkan diri ke kolam untuk berburu uang yang ditebar, sementara sang dermawan juga melemparkan lembaran uang dari atas rumah kepada warga yang berkumpul. Nominalnya beragam, mulai dari Rp5.000 hingga Rp100.000.

"Semoga kita semua senantiasa diberikan keberkahan dengan silaturahmi ini dan kebersamaan ini, mudah-mudahan ibadah puasa kita lancar," ujar Tatang.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved