Longsor Cihaurbeuti Ciamis
Nonton Bola Selamatkan Keluarga Abun dari Longsor di Cihaurbeuti Ciamis
Kebiasaan menonton sepak bola yang biasanya dianggap hiburan semata justru menjadi penyelamat nyawa bagi Abun Mulyana (53) dan keluarganya
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Abun selamat karena belum tidur saat menonton bola di rumah tetangga.
- Hujan deras membuatnya curiga lalu membangunkan istri dan anak untuk menyelamatkan diri.
- Lima menit kemudian longsor menghancurkan rumahnya; keluarga selamat, harta benda hilang tanpa sisa barang.
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS — Kebiasaan menonton sepak bola yang biasanya dianggap hiburan semata justru menjadi penyelamat nyawa bagi Abun Mulyana (53) dan keluarganya saat bencana longsor menerjang Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Senin (11/5/2026) malam.
Jika malam itu Abun memilih tidur lebih awal seperti biasanya, mungkin cerita hidupnya akan berbeda.
Abun mengaku, sehari-hari dirinya terbiasa tidur selepas salat Isya karena harus bekerja sebagai buruh serabutan.
Namun malam itu, hujan deras yang mengguyur sejak Magrib tak menghalanginya untuk pergi menonton pertandingan sepak bola bersama warga di rumah tetangganya.
“Saya lagi nonton bola di atas, di rumah tetangga," ujarnya saat ditemui di lokasi longsoran, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS! Longsor Terjang Cihaurbeuti Ciamis, Warga Mengungsi
Pertandingan bola itulah yang membuatnya belum tertidur saat longsor terjadi.
Di tengah suasana menonton bola, hujan justru turun semakin deras. Air mengguyur tanpa jeda, disertai angin dan suara aliran air dari arah perbukitan. Abun mulai merasa tidak tenang.
“Saya punya firasat, wah pasti ada longsor atau apa, karena hujan terus-terusan deras,” katanya.
Rasa khawatir itu kemudian membuatnya bergegas pulang sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat tiba di rumah, firasatnya ternyata benar. Air bercampur lumpur sudah masuk ke dalam rumah dan situasi mendadak panik.
Tanpa sempat berpikir panjang, Abun langsung membangunkan istri dan anak bungsunya yang sedang tertidur, lalu membawa mereka keluar rumah.
“Saya langsung bangunin anak sama istri,” katanya.
Baca juga: Detik-detik Dede Kartini Selamatkan Anak Saat Longsor Terjang Rumah di Cihaurbeuti Ciamis
Anaknya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD langsung digendong keluar rumah menuju tempat yang lebih aman.
Hanya berselang sekitar lima menit setelah mereka berhasil keluar rumah, suara gemuruh besar terdengar dari belakang permukiman.
Kemudian, longsor besar langsung menghantam rumah mereka hingga tak ada yang bisa diselamatkan lagi.
“Setelah keluar baru ambruk,” katanya pelan menahan tangisnya.
Material tanah bercampur air menimbun rumah Abun hingga mengalami rusak berat.
Bangunan lain di sekitarnya juga ikut terdampak, termasuk rumah kerabat dan sebuah musala kecil.
“Itu tiga bangunan, rumah saya, rumah adik saya dan musala,” katanya.
Baca juga: Longsor Cihaurbeuti Ciamis, 8 KK Terdampak dan Dua Rumah Tak Bisa Dihuni
Abun tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat melihat rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya kini nyaris rata dengan tanah.
Semua barang berharganya tertinggal di dalam rumah dan hanya menyisakan sisa-sisa reruntuhan bangunan saja.
“Kalau barang-barang berharga, uang semuanya di rumah. Yang dibawa cuma nyawa, anak sama istri,” ucapnya lirih.
Meski kehilangan harta benda, Abun bersyukur keluarganya masih diberi keselamatan.
Tubuhnya tampak ringkih, sorot matanya masih menyimpan trauma. Sesekali Abun menahan tangis saat berdiri memandangi rumahnya yang kini nyaris rata dengan tanah akibat longsor.
Namun di balik tubuh lelahnya dan suara yang bergetar, Abun tetap berusaha tegar menceritakan malam yang nyaris merenggut nyawa keluarganya.
Baginya, keputusan menonton bola malam itu menjadi penyelamat bagi keluarganya saat longsor datang menerjang.
Dari peristiwa memilukan itu, Abun dan keluarga hanya memiliki pakaian yang saat ini mereka kenakan.
“Kalau saya tidur mungkin enggak tahu bagaimana,” katanya.
Kini, Abun bersama keluarga mengungsi sementara di rumah kerabat karena rumahnya tertimbun dan masih rawan longsor susulan.
Dari pengakuan Abun, sampai siang tadi sekira pukul 11.12 WIB pihaknya belum mendapatkan bantuan, namun saat dikonfirmasi kepada pemerintah desa, bantuan dari BPBD dan pihak lainnya akan segera tiba.
Menurut Abun, musibah longsor besar ini baru pertamakali menimpa wilayah tersebut, dulu sempat terjadi namun masih bisa diatasi dan tidak sampai menghancurkan tempat tinggalnya itu.
Sebagai buruh serabutan, Abun mengaku bingung harus memulai dari mana setelah rumahnya hancur diterjang longsor.
Ia berharap bantuan segera datang agar rumahnya bisa segera dibangun kembali.
“Harapannya kalau ada bantuan, rumah saya bisa dibangun lagi supaya keluarga punya tempat berteduh lagi,” lirihnya.(*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/SELAMAT-DARI-LONGSOR-Abun-Mulyana-cihaurbeuti-ciamis-1252026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.