Minggu, 12 April 2026

Ramadan 2026

Tradisi Ngikis Jelang Ramadan Kembali Digelar di Situs Singaperbangsa Ciamis

Tradisi Ngikis menjelang Bulan Ramadan kembali digelar di Situs Singaperbangsa, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
TRADISI NGIKIS - Tradisi Ngikis menjelang Bulan Ramadan kembali digelar di Situs Singaperbangsa, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dengan melibatkan tokoh adat, budayawan, hingga generasi muda, Sabtu (14/2/2026). 

Ringkasan Berita:* Tradisi Ngikis menjelang Bulan Ramadan kembali digelar di Situs Singaperbangsa, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dengan melibatkan tokoh adat, budayawan, hingga generasi muda, Sabtu (14/2/2026)

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Tradisi Ngikis menjelang Bulan Ramadan kembali digelar di Situs Singaperbangsa, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dengan melibatkan tokoh adat, budayawan, hingga generasi muda, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dian Budiyana, M.Si, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.

Tradisi Ngikis merupakan ritual budaya masyarakat Sunda sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur sekaligus upaya membersihkan dan merawat situs bersejarah. 

Dalam pelaksanaannya, masyarakat bergotong royong membersihkan area situs, memanjatkan doa bersama, serta menampilkan kesenian tradisional.

Kegiatan ini digagas oleh Paguyuban Apun Pager Gunung yang dipimpin Aip Saripudin atau Aip Ki Sunda.

Baca juga: Bayi Lahir di RS TMC Tasikmalaya Bisa Dapat KK, Akta, dan KIA, Disdukcapil Ciamis Teken Kerja Sama

Dian Budiyana mengatakan, tradisi Ngikis tidak hanya sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga memiliki nilai edukasi sejarah dan penguatan identitas budaya.

“Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Disbudpora sangat mendukung kegiatan pelestarian budaya seperti ini. Tradisi Ngikis di Situs Singaperbangsa menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap warisan leluhur,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelestarian situs bersejarah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan perlu kolaborasi semua pihak, termasuk paguyuban dan masyarakat.

“Dengan kolaborasi yang baik, nilai-nilai kearifan lokal dapat terus diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Aip Ki Sunda menyampaikan bahwa Ngikis merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen menjaga marwah budaya Sunda.

Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin melibatkan generasi muda agar tidak tergerus arus modernisasi.

Selain prosesi Ngikis, kegiatan juga diisi doa bersama serta pertunjukan seni tradisional dari paguyuban Sunda Papua (Sundapa). 

Acara berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, Situs Singaperbangsa diharapkan tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran budaya dan spiritualitas masyarakat Kabupaten Ciamis.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved