Senin, 4 Mei 2026

Tebing Longsor di Muktisari Ciamis Tutup Saluran Air, Warga Sempat Dengar Suara Bergemuruh

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.40 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik karena suara gemuruh dari arah tebing.

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. BPBD Ciamis
TEBING LONGSOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, sejak Jumat (7/11/2025) sore, menyebabkan tebing di Dusun Buniasih RT 03 RW 12, Desa Muktisari, longsor. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, sejak Jumat (7/11/2025) sore, menyebabkan tebing di Dusun Buniasih RT 03 RW 12, Desa Muktisari, longsor.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.40 WIB dan sempat membuat warga sekitar panik karena suara gemuruh dari arah tebing.

Menurut laporan dari Kasi Pemerintahan Desa Muktisari, Anang Mulyana, hujan sudah mulai turun sejak pukul 16.00 WIB dengan intensitas tinggi. 

Sekitar tiga jam kemudian, tebing dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 7 meter tiba-tiba ambrol terbawa air hujan. 

Material tanah dan batu menutup saluran air yang mengalir ke daerah Nangka Sarang.

“Begitu hujan deras turun terus-menerus, tanah di bagian tebing mulai labil. Sekitar jam setengah delapan malam, tiba-tiba terdengar suara seperti gemuruh. Ternyata tebingnya sudah ambruk,” ungkap Anang saat dihubungi, Sabtu (8/11/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS - Sebagian Badan Jalan Nasional Ciamis–Cirebon di Wilayah Cipaku Longsor

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dampak material cukup terasa. 

Saluran air utama warga tertutup sementara akibat timbunan tanah, lumpur, dan batu.

Pemerintah desa memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp75 juta, termasuk potensi kerusakan pada lahan sekitar dan infrastruktur saluran air.

Setelah kejadian, warga bersama perangkat desa langsung bergerak melakukan pembersihan secara gotong royong. 

Mereka menggunakan alat seadanya untuk menyingkirkan material longsoran agar air bisa kembali mengalir.

"Kami bersama masyarakat langsung turun malam itu juga. Sekarang sedang dilanjutkan pembersihan. Untuk penanganan awal, kami membutuhkan karung-karung untuk menahan tanah agar tidak longsor lagi,” tambah Anang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan laporan tersebut. 

Ia menyampaikan bahwa tim BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan situasi aman serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi longsor susulan.

“Kondisi tanah di beberapa titik di wilayah Cipaku memang cukup labil, apalagi saat curah hujan tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar tebing atau bantaran sungai,” ujar Ani.

Hingga Sabtu pagi, pembersihan material longsor masih berlangsung. 

Pemerintah desa bersama warga berharap penanganan segera rampung agar saluran air dapat berfungsi kembali seperti semula.

Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang terjadi di Ciamis dalam sepekan terakhir, menyusul hujan deras yang hampir merata di wilayah selatan Kabupaten Ciamis

Pemerintah daerah pun terus mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi bencana serupa, terutama di wilayah dengan kontur tanah curam dan mudah tergerus air.(*)

Baca juga: Gempa Terkini di Jawa Tengah M4,0 Mengguncang Cilacap Dekat Pangandaran, BMKG: Pusat di Laut

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved