Minggu, 10 Mei 2026

Penemuan Mayat Pria di Sungai Citanduy, Polres Ciamis Dalami Dugaan Bunuh Diri

Polres Ciamis masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat pria di aliran Sungai Citanduy, Ada dugaan, korban melompat ke sungai

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
EVAKUASI JASAD PRIA - Proses evakuasi jasad seorang pria yang ditemukan di bebatuan aliran Sungai Citanduy wilayah Desa Gegempalam, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis pada Sabtu (27/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS Polres Ciamis masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat pria di aliran Sungai Citanduy, wilayah Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis pada Sabtu (27/9/2025) sore. Ada dugaan, korban melompat ke sungai untuk mengakhiri hidup.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, menjelaskan kronologi bermula dari temuan sepeda motor jenis Honda Beat di sekitar Jembatan Karang Resik pada Rabu (24/9/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. 

Motor tersebut kemudian diamankan oleh Polsek Cikoneng.

“Siangnya ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya. Setelah dicocokkan, ternyata kendaraan tersebut digunakan korban berinisial A,” kata Carsono, Rabu (1/10/2025).

Upaya pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai bersama masyarakat.

 Namun karena kondisi hujan, pencarian tidak dilanjutkan. Tim kembali diturunkan pada Kamis dan Jumat untuk menggali informasi dari pihak keluarga maupun kerabat korban.

Hingga akhirnya, pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB, masyarakat menemukan sesosok mayat di aliran sungai. 

Baca juga: Polres Ciamis Evakuasi Mayat yang Ditemukan di Sungai Citanduy, Identitas Masih Diselidiki

Baca juga: Remaja Bernama Jepri Asal Pawindan Ciamis Hilang 10 Hari Lalu, Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy

Tim identifikasi Polres Ciamis bersama BPBD dan masyarakat kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Ciamis.

Hasil identifikasi keluarga membenarkan bahwa korban adalah A. Dari keterangan keluarga dan kerabat, korban diketahui sempat mengeluh soal kondisi ekonomi dan pernah mengalami depresi. 

Seorang ustaz juga menyebut korban pernah diajak mengikuti pengajian, namun belum terlaksana hingga peristiwa nahas terjadi.

“Secara fisik luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Luka-luka yang ada kemungkinan karena kondisi jenazah sudah berada di air. Keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelas Carsono.

Adapun sepeda motor yang ditemukan di Jembatan Karangresik itu bukan milik pribadi korban, melainkan inventaris dari tempatnya bekerja di sebuah toko kue wilayah Sindangkasih, Ciamis.

Meski keluarga sudah menerima, polisi masih terus mendalami penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.(*)

Baca Berita-berita TribunPriangan.com Lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved